Sunday, September 27, 2020
Home KEBIJAKAN Walikota Probolinggo Gelar Apel Pastikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Diterapkan

Walikota Probolinggo Gelar Apel Pastikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Diterapkan

REPORTERRichard
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Walikota Probolinggo gelar apel penegakan hukum protokol kesehatan diberlakukan mulai Selasa (15/9/2020).

Melalui operasi yusitisi warga yang tidak menggunakan masker bakal dikenakan sanksi denda bahkan jika tetap nekat bisa dikenakan denda kurungan.

Pemerintah Kota Probolinggo bersama jajaran forkopimda menggelar apel penegakan disiplin kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID 19 sekaligus operasi yustisi di kawasan Pasar Baru, Selasa (15/9) pagi.

Baca: Denda Pelanggaran Prokes di Bondowoso Disesuaikan Ekonomi Warga Masyarakat

Alhasil, 37 warga yang kebanyakan tidak memakai masker pun harus menerima sanksi sosial usai mengikuti serangkaian sidang di tempat.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin, didampingi Wawali Mochammad Soufis Subri, Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Ketua DPRD Abdul Mujib, Ketua PN Darwanto dan perwakilan Kejari melakukan operasi yustisi.

“Sekarang tidak boleh lagi menganggap COVID 19 ini tidak ada. Buktinya, angka kasus COVID 19 terus bertambah setiap harinya. Ancaman penularan sangat membahayakan dan ini perlu kepastian memutus rantai penularan dengan disiplin protokol kesehatan,” kata Wali Kota Habib Hadi dalam sambutan-nya.

Baca: Rancangan Perda Kebudayaan dan Kearifan Lokal Banyuwangi Tertunda Butuh Harmonisasi Kemenkum HAM

Data Dinas Kesehatan P2KB pada 14 September 2020, total kasus COVID 19 di Kota Probolinggo sebanyak 386 orang, meninggal 19 orang sedangkan yang dirawat 62 orang. Sedangkan angka kesembuhan 79,02 persen.

Melihat potensi kerawanan berdasarkan Perda Pemprov Jawa Timur no..2. tahun 2020 tentang ketertiban umum dan Pergub Nomor 53 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian COVID 19.

Dan Inpres Nomor 6 tahun 2020. Ditegaskan bahwa setiap orang wajib menggunakan APD (alat pelindung diri) berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu.

Baca: Gubernur Khofifah: Jatim Sudah Buktikan PSBM Lebih Efektif Tekan Penyebaran COVID-19

Selanjutnya, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, pembatasan interaksi fisik dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

” Wajib masker sesuatu yang pasti ditengah pandemi covid -19. Jangan ada lagi warga mencoba melanggar sebab ada sanksi di depan mata,” jelasnya.

“Tujuannya baik saling melindungi diri dari ancaman virus corona. Siapa pun berisiko tertular dan kita semua bekerja sama memutus rantai penyebaran covid -19,” tegas Habib Hadi Zainal Abidin.

Baca: Di Banyuwangi Tidak Pakai Masker Ancaman Sanksi Denda atau 3 Hari Penjara

Dalam kesempatan ini Forkopimda meninjau pasar, memastikan bagaimana penjual dan pembeli menerapkan protokol kesehatan.

Ya, setidaknya ada 37 orang yang kena operasi yustisi. Alasan mereka tidak memakai masker pun beragam dalih.***

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER