Saturday, October 31, 2020
Home JATIM BONDOWOSO Warga Ampelan Punya Istilah Baru ADD "Anggaran Dana Dhibik" 

Warga Ampelan Punya Istilah Baru ADD “Anggaran Dana Dhibik” 

REPORTERIfa Bahsa
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Beredar pesan bergambar dari warga Ampelan, Bondowoso yang mengungkapkan rasa kecewa dengan membuat plesetan unik ADD sama dengan Alokasi Dana Dhibik (sendiri, red).

Dalam pesan bergambar ditulis “ADD Tahun 2020 Alokasi Dana Dhibik Tahun 2020 (Alokasi Dana Sendiri)” menjadi ungkapan warga Dusun Batu Putih, Desa Ampelan, Kecamatan Wringin Bondowoso Jawa Timur.

Warga harus terpaksa iuran sendiri untuk membangun jalan lingkungan desa setempat, yang menghubungkan akses jalan antar RT. Masing-masing setiap KK (kepala keluarga) menyumbang satu sak semen.

Baca : Satlantas Polres Bondowoso Gencar Tempel Stiker ‘Pakai Masker’

Adapun lokasi proyek tersebut, tepatnya di RT 18 dan 19 dusun Batu Putih desa Ampelan kecamatan Wringin – Bondowoso. Total sudah ada sepanjang 300 meter jalan yang dibangun. Warga bergotong royong, baik dalam pengumpulan material dan pengerjaannya.

Di papan tersebut juga dituliskan, patungan warga 50 sak semen dan 17 truk pasir. Sementara penanggung jawab proyeknya adalah warga kenik (masyarakat kecil).

Puji warga Dusun Batu Putih mengatakan, pemasangan papan nama merupakan kesepakatan bersama warga, tidak ada tujuan apa-apa. “Tujuannya biar tahu. Karena kita selama ini selama beberapa tahun, untuk lokasi rumah sebelah utara tidak terjangkau,” katanya.

Awalnya, kata Puji, hanya untuk membangun jalan menanjak yang parah. Namun antusias warga tinggi, untuk segera bisa menikmati akses transportasi yang nyaman. “Ada warga yang ngasih makan, semuanya ditanggulangi masyarakat,” paparnya.

Baca : Jasad Dua Anak Hilang di Muara Mbadug Mengambang saat Adzan Subuh

Sebenarnya, untuk pembangunan di lokasi itu, sudah pernah di Musdeskan. Sepengetahuannya, alokasinya hanya untuk 150 meter dengan anggaran Rp 50 juta. Namun tak segera terealisasi. “Kita tak menunggu itu. Wong kita garap ini lebih dari  Rp 50 juta kok,” imbuhnya.

Menurut Puji,  awal yang akan dibangun warga, hanya sepanjang 50 meter. Namun akhirnya jadi 300 meter. Bahkan kemudian meluas ke RT 20.

“Malah mau menambah. Semen Terus menyusul. Bukan kita melecehkan pemeritah desa, ini hanya untuk mengembangkan sendiri dan dinikmati sendiri tak perlu menunggu,” tegasnya.

Pembangunan tersebut, awalnya dilatarbelakangi karena anak-anak dilingkungan tersebut, mengaji ke RT yang lokasinya ada  di dataran tinggi.

Baca : SMK PP Negeri 1 Tegalampel Gandeng Kepolisian Cegah Murid Demo UU Cipta Kerja 

“Ketika hujan-hujan jatuh. Juga untuk mempermudah ketika mengangkut hasil panen,” Jelas pria yang berprofesi sebagai guru SDN Amplen 2 tersebut.

Ia menegaskan bahwa swadaya tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan politik, partai dan Pilkades. “Tidak dalam rangka politik atau ada hubungannya dengan partai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPD Desa Ampelan, Misbahul Munir mengatakan, sebenarnya di dusun tersebut memang sudah masuk APBDdes, anggaran 2020 untuk pengerasan jalan.

“Karena terbentur dengan wabah Covid-19, dan peraturan pemerintah melalui Kemendes agar mengalihkan anggaran ke bantuan langsung tunai, untuk membantu perekonomian masyarakat, sehingga tidak jadi di bangun,” paparnya.

Baca : Anak Ingusan Tersangka Pencuri Emas 99 di Barito Utara

Pihaknya mengapresiasi, karena masyarakat sudah bisa berpartisipasi untuk kemajuan desa. “Karena sejatinya anggaran DD dan ADD itu kan hanya stimulus, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” imbuhnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca