Rabu, November 25, 2020
Beranda JATIM BONDOWOSO Warga Gelar Ritual Aruwat di Arak-arak Bondowoso - Situbondo

Warga Gelar Ritual Aruwat di Arak-arak Bondowoso – Situbondo

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Jalur Arak-arak yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo ini kerap terjadi kecelakan yang menimbulkan korban jiwa. Bahkan baru seminggu ini dua kecelakaan maut terjadi.

Untuk itu, KH. Ubaidillah Nur Kholil, Pengasuh Ponpes Nurul Kholil, Desa Poncogati, Kecamatan Curhadami bersama santri dan warga di perbatasan kabupaten Bondowoso dan Situbondo menggelar acara Aruwat atau doa bersama, Rabu sore (4/11/20).

Kegiatan doa bersama Ponpes Nurul Kholil digelar bersama Komunitas Motor Citul, Bondowoso. Kegiatan doa bersama ini juga dihadiri umat agama non muslim. “Yang ikut doa bersama di jalur Arak-arak, ada yang dari non muslim,” ungkap KH. Ubaidillah Nur Kholil.

Ritual Aruwat di Arak-arak

Alasan gelar ritual Aruwat, kata Ubet, karena sudah sebulan lebih, 6 kali terjadi kecelakaan dan merenggut 4 nyawa.

“Tidak ada motifasi lain. Semua ingin berdoa bersama dengan keyakinan masing-masing. Harapannya setelah digelar doa bersama semua insyaallah selamat,” pungkasnya.

Diungkapkan, bahwa di bawah jalur Arak-arak ada makam keramat, Bujuk Mellas yang diakui warga sekitar tokoh yang babat kawasan Arak-arak ini. “Terpenting dalam berkendara tetap waspada dan patuhi lalu lintas dan tidak ugal-ugalan,” pungkasnya.

Haryono warga Desa Glingseran, Kecamatan Wringin membenarkan kawasan ini terkenal jalan maut. “Iya,  diperbatasan ini,  bahkan dalam seminggu ini sudah dua kali kejadian kecelakaan, dan dua korban meninggal dunia, “jelasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca