Di Olean Ada Festival Tajin Sora Muharram

  • Whatsapp
Tajin Sora (3)
Tajin Sora (3)

Festival Tajin Sora di Desa Olean Situbondo

KABARRAKYAT.ID – Mencari berkah tahun baru hijriyah, sekitar ribuan warga Desa Olean Kecamatan Kota Situbondo, Jawa Timur menggelar Festival Tajhin Sora. Dalam even ini warga saling bertukar aneka sajian tajhin atau bubur lemak di sepanjang jalan hingga sejauh satu kilometer.

Setelah didoakan warga pun langsung beramai-ramai menyantap bubur khas assyuro ini tepat di malam 10 Muharram 1440 H. Mereka berharap desa mereka bisa terus makmur dan terbebas dari mara bahaya apapun.

Bacaan Lainnya

Aktivitas warga di masing-masing dusun, sejak sore hari mereka saling bergotong royong memasak tajhin atau bubur. Kuali-kuali besar dengan tungku perapian tradisional pun mereka gunakan untuk memasak porsi besar bubur khas Situbondo ini. untuk membuat bubur ini memang tidak ada yang istimewa dibandingkan dengan bubur pada umumnya. Namun bubur atau biasa disebut tajhin ini diberi aneka bumbu rempah dan daun pandan untuk menghasilkan aroma dan citarasa gurih. untuk penyajianya pun tidak menggunakan peralatan modern, melainkan daun pisang yang dibentuk sebagai piring bulan dan oval. Semua persiapan pembuatan bubur ini merupakan upaya warga menyambut Festival Tajhin Sora di malam 10 muharam.

Tajin Sora (2)
Warga Olean gelar Festival Tajin Sora

Semua sajian yang telah dimasak para warga pun langsung dibawa ke Festival Tajin Sora di sepanjang jalan desa. Hiasan lampu obor pun menjadi pembuka festival ini. Tajhin yang telah dimasak lalu dibungkusi satu-satu untuk disajikan kepada ribuan warga yang hadir. Tajhin bubur beras ini lalu diberi aneka toping mulai tempe goreng, telur iris, bawang goreng lalu disiram dengan kuah kental olahan ikan laut, ayam atau daging sapi.

sebelum prosesi makan bersama, tradisi ini diawali dengan pencucian keris pusaka sesepuh desa setempat. festival ini pun sengaja digelar warga untuk mentradisikan makan tajin sora setiap 10 muharram yang mulai ditinggalkan zaman.

“Mentradisikan budaya dan kuliner tradisional tajin sora karena setiap bulan muharram warga selalu menyajikan tajin sorah,” kata Ansori Kepala Desa Olean.

Diceritakan, tradisi tajhin sora sendiri muncul di kalangan masyarakat Situbondo sejak zaman penjajahan Belanda. Pesatnya perkembangan islam di Situbondo membuat warga selalu menyambut tahun baru islam dengan berbagi tajhin dari rumah ke rumah secara bergantian. Mereka berkeyakinan dengan berbagi tajhin sorah di 10 Muharram akan menghindarkan mereka dari cobaan dan musibah. Sebab, dalam sejarah islam sejumlah peristiwa penting yang pilu selalu terjadi pada 10 Muharram.

Reporter: Yons

Editor: Coi/Choiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *