Warga Using Kemiren Gelar Ritual ‘Barong Ider Bumi’

214 views
banner 468x60)

banner 468x60)
ider bumi (1)

Foto: Tampak Bupati Anas dan Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara turut berbaur bersama warga dan sesepuh desa mengikuti prosesi selamatan bersih Desa Kemiren Kecamatan Glagah. (6/6/2019).

KABARRAKYAT.ID – Warga Using Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi bersih-bersih desa dengan menggelar ritual, Barong Ider Bumi. Yang dilaksanakan rutin pada lebaran hari ke-2, pada Kamis (6/6/2019).

Tradisi ini menjadi atraksi yang menarik bagi ratusan wisatawan yang tengah menghabiskan liburannya di Banyuwangi.

Ritual, Barong Ider Bumi adalah budaya tolak bala (bencana) yang sudah turun temurun dilakukan warga desa Using (suku lokal setempat) sejak ratusan tahun yang lalu.

Ritual ini digelar setiap 2 Syawal, atau lebaran hari kedua. Tradisi ini ditandai dengan mengarak barong mengelilingi desa yang diakhiri dengan kenduri masal oleh warga di sepanjang jalan desa.

Hadir di kegiatan budaya warga Using, Desa Kemiren, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan Banyuwangi konsisten menjaga tradisi warganya sebagai bentuk mempertahankan kearifan lokal. Karena kearifan lokal yang dibangun para leluhur itu dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan warganya.

“Ini adalah cara nguri-nguri budaya yang ditradisikan oleh Banyuwangi. Banyuwangi boleh saja maju, Banyuwangi juga boleh berkembang, tapi budaya Banyuwangi tidak boleh tertinggal dari pergaulan global. Oleh karena itu, sesibuk apapun, kami akan terus menjaga kelestarian budaya, salah satunya lewat balutan festival semacam ini,” tutur Anas saat menghadiri tradisi ini.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat khususnya Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang telah mendukung perkembangan pariwisata Banyuwangi. Bahkan secara khusus Bupati menyampaikan perhatian Menteri Pariwisata yang telah membantu sound system untuk menunjang kegiatan kesenian di Desa Kemiren.

Ritual adat Barong Ider Bumi digelar sore hari, yang diawali ritual sembur othik-othik, yakni ritual melempar uang receh yang dicampur beras kuning dan bunga.

“Melempar uang receh dalam ritual ini melambangkan usaha warga untuk membuang sial dari Desa Kemiren,” kata Suhaimi, ketua adat Desa Kemiren.

Usai sembur othik-othik, seluruh warga mengarak tiga barong Using yang diyakini bisa mengusir bencana.

Setelah sampai, mereka kembali ke timur batas desa untuk melakukan kenduri masal sebagai puncak sekaligus penutup tradisi tersebut.

Menu kendurinya pun khas masyarakat Using, yakni pecel pitik, berupa suwiran ayam kampung yang dibakar dan dicampur dengan bumbu parutan kelapa. Puluhan tumpeng ‘pecel pitik’ ditata rapi berjajar di sepanjang jalan desa.

Reporter: */Jaenudin

Editor: Setiawan

banner 468x60)

#azar anas #Banyuwangi #barang ider bumi #ider bumi #ritual barong ider bumi #using kemiren

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply