Thursday, October 22, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Waspada Bencana Alam, Kelompok KOPI Sedekah Pohon di Sungai Badeng

Waspada Bencana Alam, Kelompok KOPI Sedekah Pohon di Sungai Badeng

REPORTERYusuf 77
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Sebanyak 34 orang Komunitas Orang Pinggiran Indonesia atau KOPI, pada (17/9), menggelar bakti sosial penghijauan tanam pohon keras di area Sungai Badeng, DAS Sampean.

Kegiatan bakti sosial kelompok KOPI, di , tepatnya di Sumberagung, Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi, punya tujuan untuk konservasi alam dengan melihat keprihatinan kondisi Sungai itu semakin kritis.

”Kami melakukan penghijauan bersama teman-teman peduli lingkungan untuk memulihkan mata air yang tahun demi tahun semakin berkurang,“ ujar Ketua KOPI, Yusuf Sugiyono disela acara penghijauan.

Baca : Banjir Bandang dari Tiga Sungai, Terjang 328 Rumah

Ketua KOPI ini menyampaikan, bahwa sekira 30 tahun yang lalu, kondisi debit air Sungai Badeng sangat stabil dan jarang sekali terjadi banjir. Bila ada hujanpun sungainya relatif tidak keruh dan aman.

”Dulu sungai badeng ini besar mau menyebrangi sungai saja susah, banyak kedung dibeberapa titik dan ikannya juga banyak,” kata Yusuf.

Sekarang ini, imbuhnya, aliran air sungai Badeng kecil. Apalagi saat kemarau dan saat hujan sering tiba-tiba banjir keruh lumpur. Namun hanya kisaran dua jam surut drastis. “Melihat kondisi itu artinya resapan di hulu sudah kritis,” tambah Yusuf.

Baca : Banjir Lumpur Lereng Raung, Rusak Pertanian Desa

Catatan Komunitas Orang Pinggiran Indonesia ini, peristiwa bencana alam banjir bandang di sungai Badeng telah menyebabkan kerusakan area pertanian sepanjang aliran sungai dan kawasan penduduk di Alasmalang.

Kelompok KOPI menanam pohon keras di pinggir sungai Badeng, Songgon.

Menurut Yusuf hal itu tidak akan terjadi bila kawasan hulu dilakukan penghijauan atau konservasi bersama.

”Banjir Bandang di tahun 2018 menerjang kawasan padat penduduk di Alasmalang. Dan sulitnya kebutuhan air akhir tahun ini saat kemarau baik untuk kebutuhan pertanian ataupun kebutuhan fital manusia adalah bukti bahwa langkah konservasi harus dikakukan bersama semua element.

Baca : Kepikiran Petani Jatim, Gubernur Cek Stok Kecukupan Pupuk Petrokimia Gresik

“Kami dari pegiat lingkungan akan terbatas melakukan kegiatan konservasi bila tidak didukung stakeholder yang ada. Saat ini yang KOPI lakukan menanam pohon agar bisa wariskan pada anak cucu kita,” jelas Yusuf.

Sungai Badeng DAS Sampean Bondowoso adalah sungai yang terletak di lereng Gunung Raung yang hilirnya berada di Kecamatan Songgon dan melewati Kecamatan Singojuruh, Rogojampi dan Blimbingsari sebelum menuju muara laut.

Keberadan Sungai ini sangat vital, pertama menjadi sumber air penyuplai kebutuhan pertanian maupun untuk kebutuhan kehidupan khususnya penduduk yang tinggal sekitar sungai di empat kecamatan.

Baca : Dikunjungi Moeldoko, Berikut Pesan Penting Syekh Ali Jaber untuk Umat Muslim

Ditambahkan, Sungai Badeng digunakan untuk kegiatan Wisata Arung Jeram. Seyogyanya di sepanjang garis hulu dan hutan lindung perlu dapat perhatian lebih, baik pemerintah, swasta dan masyarakat, komunitas pecinta alam serta pemerhati lingkungan.

Tujuannya, jelas Yusuf, bersama melindungi sumber air kebutuhan vital kehidupan, agar kesinambungan ekosistem di area hulu sumber air dengan terlindungi hutan dan kawasan serapan air. Maka tidak ada lagi bahaya banjir bandang maupun kekeringan yang mengancam.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER