Wednesday, September 23, 2020
Home BERITA Welcome Resort Internasional Pulau Tabuhan

Welcome Resort Internasional Pulau Tabuhan

- Advertisement -
Oleh; Choiri Kurnianto, SH

Gaduh tentang Pulau Tabuhan, Banyuwangi sesuatu hal lumrah. Apalagi, kegaduhan terjadi menjelang tutup periode pemerintah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan akan dimulainya pesta Pilkada serentak tahun 2020.

Yang terpenting, adalah akan terjadi dampak sosial dan budaya apa pada masyarakat di Banyuwangi, setelah pembangunan Resort Internasional di Pulau Tabuhan? Banyuwangi sedang belajar menerima perubahan budaya luar. Sedangkan masyarakat Bali, Pulau Dewat, lebih matang dan sangat siap menerima perubahan dunia global. Karena pemerintahan di Bali, sudah menyiapkan peraturan-peraturan kultur budaya asli yang tidak bisa diubah-ubah dan tidak bisa ditawar lagi. Sedangkan masyarakat Banyuwangi, sekali lagi, masih belajar menerima perubahan kultur dan budaya dari luar.

Apa hubungan Banyuwangi, Jawa Timur dengan Pulau Bali? Sudah pasti berhubungan. Karena secara geografis Pulau Tabuhan berdekatan dengan Bali. Meskipun aset dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tidak menutup kemungkinan, pengunjungnya akan banyak datang lewat jalur Bali.

Akankah konsep wisata Pulau Tabuhan  adalah Resort Internasional, sekelas di negeri Maladewa atau Maala Divaina (Maadiv) sebelah barat daya Sri Lanka. Kita lihat nanti, bagaimana investor yang menyewa 20 tahun Pulau Tabuhan memaparkan konsep-konsepnya pada masyarakat luas.

Baca juga:

Secara diam-diam, ada enam lembaga akademis dan aktifis lingkungan di Indonesia, melakukan penelitian tentang Resort Internasional yang mengutamakan privacy. Hingga kini, masih terus  meneliti dan terus mengkaji khususnya segi aspek jaminan sosial masyarakat.

Jangan sampai, Pulau Tabuhan milik masyarakat Bumi Blambangan, tetapi warga penduduk asli tersingkir tak dapat menikmati manfaat ekonomi, keberadaan bangunan Resort Internasional. Diakui atau tidak, masih banyak spekulasi miring soal Pulau Tabuhan. Karena penyewaan aset daeah Kabupaten Banyuwangi ini, bagi sebagian orang adalah Proyek Tutup Periode. Jadi banyak sisi kepentingan yang sangat luar biasa.

Tapi paling tidak, kisah tentang Pulau Tabuhan akan jadi surga dunia, adalah benar dan akan mendekati kenyataan. Meski, orang Banyuwangi, sudah pernah mendengar kisahnya Pulau Tabuhan akan jadi surga dunia, sejak era Bupati Banyuwangi di jabat almarhum H. Ir. Samsul Hadi. Memang, cerita Pulau Tabuhan banyak diminati oleh investor asing. Dan yang paling beruntung akan menguasai Pulau Tabuhan adalah, investor asal Singapura, yakni EBD Paragon Singapore PTE. LTD.

Adakah nanti, zonasi khusus untuk kelas menengah kebawah dengan harga terjangku, menikmati keindahan perubahan alam di Pulau Tabuhan nanti? Babagaiman penyerapan tenaga kerja lokal? Karena kebutuan tenaga kerja untuk Resort Internasional, tentu dibutuhkan pengalaman tinggi bersertifikat.  Bagaimana dengan pengusaha lokal, seperti kebutuhan sayur mayur, ikan dan lain sebagainya? Lagi-lagi bila kelas Resort Internasional, yang dibutuhkan bahan yang sudah lolos uji penelitian dan bersertifikat. Termasuk kebutuhan pengusaha perahu lokal, apakah mereka punya tempat dihati investor Pulau Tabuhan nanti. Yang terpenting, ekosisitem lingkungan, mulai terumbu karang sudah tentu akan mengalami perubahan besar jika Resort Internasional itu terwujud.

Paling tidak dibutuhkan pengawalan pembangunan Pulau Tabuhan secara terus menerus sesuai porsi masing-masing. Akademisi ya porsi akademisi, aktisif lingkungan juga berkewajiban mengawal lingkungan tetap terjaga. Karena sebagain besar masyarakat awam, tidak paham, makna bisnis Resort Internasional yang sesungguhnya untuk apa dan untuk siapa. (Penulis adalah, anggota Persatuan Wartawan Indonesia, tinggal di Banyuwangi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER