Wina Armada Beber Usaha Media di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Webinar rangkaian HPN 2021 oleh PWI Jawa Barat (24/2/2021)

Rangkaian HPN 2021 PWI Jabar ‘Gelar Webinar’

KABAR RAKYAT – Sebanyak 90 persen perusahaan pers yang bertahan saat ini dinilai sudah tak sehat secara ekonomi, selain disrupsi media juga karena pandemic covid-19.

Bahkan 13 persen perusahaan media saat ini sudah menutup perusahaannya dan 34 persen perusahaan media tak mampu bayar gaji wartawannya.

Hal itu terungkap dalam Webinar Hari Pers Nasional (HPN) 2021 bertema “Strategi Bisnis Media dalam Menghadapi Pandemi Covid-19” oleh PWI Jawa Barat, Rabu (24/12/2021).

Pembicara Tokoh Pers Wina Armada mengatakan, pers sudah mengalami dilema dan kontradiksi karena harus sosialisasi penanggulangan Covid-19 dan menyuarakan communications of hope, namun media sendiri yang termakan pandemic Covid-19.

Wina mengatakan, secara eksternal pandemic Covid-19 menguras energi media sehingga sebagian sekarat. Daya beli masyarakat melorot drastis sehingga umum perekomian benar-benar terpuruk dan ikut memuluk industry media.

Secara internal, kata Wina, pers mengalami tekanan ganda dari internal dan eksternal yang menganggu ekosistem dari pers sendiri.

Di sisi lain media sedang mengalami perubahan karen disrupsi tadi, karena perkembangan dunia digital yang dahsyat tengah mengalami tekanan besar dan sumber informasi cepat berubah.

Dampak yang paling dirasakan pada masa ini adalah menurunnya pendapatan iklan dan pemasang beralih ke masa transisi yang belum ajeg. Pers atau media kehilangan pendapatan dan cenderung terus bertambah rugi.

Wina menilai media harus melakukan ikhtiar-ikhtiar yang harus dilakukan di masa Pandemi Covid-19.

Karena kondisi yang daurat, katanya, maka penanganannya pun harus dilakukan secara darurat pula. Efesiensi yang optimal, katanya, dan diupayakan media mendapatkan sumber pendapatan non konvensional.

Sementara itu pembicara Priskila Ifke Goni mengatakan, selain potensi iklan media juga memiliki potensi bisnis lain selain analisa bid data dan konsultasi. Pendapatan ini akan menjadi nilai tambah bagi pendapatan media.

Potensi lain yang dikembangkan adalah membangun komunitas online dan offline, serta pelatihan dan sertifikasi, serta pengembangan bisnis multiplatform.

Kegiatan peringatan HPN didukung oleh berbagai sponsor seperti Bank bjb, Bank bjb syariah, Djarum Foundation, Summarecon Bandung, PT Pos Indonesia, LPS, Yayasan Alfamat, Gojek, Masyarakat Tionghoa Peduli.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *