Saturday, August 15, 2020
Home DESTINASI Wisata Ijen Kembali Dibuka, Jasa Wisata Banyuwangi Kembali Bergairah

Wisata Ijen Kembali Dibuka, Jasa Wisata Banyuwangi Kembali Bergairah

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim buka kembali wisata gunung Ijen Banyuwangi.(ft.BBKSDA jatim)

KABAR RAKYAT –Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Ijen akhirnya resmi dibuka untuk umum mulai hari ini, sejak Sabtu 11 Juli 2020. Pembukaan dilakukan oleh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jatim dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim setelah dilakukan verifikasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 dan rekomendasi Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso.

” Kawah Ijen resmi dibuka untuk umum. Namun pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan”, tegas Kepala Bakorwil V Pemerintah Provinsi Jatim, Tjahjo Widodo, Sabtu (11/7/2020) di Paltuding, kawasan Kawah Ijen Banyuwangi.

Dibukanya kawasan wisata gunung Ijen, setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Banyuwangi menggelar simulasi dilanjutkan tahap verifikasi pada fasilitas Wisata Ijen. Pemakaian masker, mencuci tangan memasuki kawasan Ijen sangat diwajibkan termasuk pysical diasancing.

Tjahyo mengatakan pembukaan Kawah Ijen ini berdasarkan rekomendasi dari dua kepala daerah, Banyuwangi dan Bondowoso.

“Kami memutuskan pembukaan Kawah Ijen ini karena ada rekomendasi dari dua kepala daerah. Sebelum memberikan rekomendasi dua daerah ini telah melakukan evaluasi berulangkali untuk menjamin Ijen aman dikunjungi”, Tjahjo Widodo.
Tjahyo menjelaskan wisata alam relatif aman dan menyehatkan dengan protokol kesehatan.

“Berkunjung ke wisata alam lebih menyehatkan. Namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan,” tambah Tjahyo.

Meski telah dibuka kawasan Ijen menerapkan pembatasan pengunjung dengan quota hanya 225 orang wisatawan. Dan pembelian tiket masuk melalui online. Seperti disampaikan Kepala BKSDA Wilayah III Jatim, Setyo Utomo. ” Pembatasan ini bagian dari pysical distancing untuk memproteksi dari penyebaran virus Covid -19″, beber Setyo Utomo.

Setyo menjelaskan sebelum masa pandemi, di hari biasa Kawah Ijen bisa dikunjungi rata-rata 100-200 orang lebih. Namun di saat hari libur atau peak season, pengunjung bisa mencapai 4000 orang.

Tiap tahun Kawah Ijen menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 4 miliar. Dengan demikian tiap bulan rata-rata PNBP Kawah Ien mencapai Rp 300-400 juta. Di masa pandemi, saat Kawah Ijen ditutup sejak Maret lalu, telah kehilangan potensi PNBP sekitar Rp 1 miliar.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, berharap dibukanya Ijen kembali mampu membangkitkan ekonomi di Banyuwangi yang terpuruk akibat pandemi corona.

” Pelaku usaha jasa wisata sangat bergantung dari obyek wisata Ijen termasuk obyek wisata pendukung lain di Banyuwangi. Terima kasih atas partisipasi semua pihak sehingga sektor pariwisata mulai bisa dijalankan kembali”, ungkap Mujiono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER