Wujudkan Santripreneur, Santri Dilatih Budidaya Lele Bioflok

  • Whatsapp

BANYUWANGI – Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi menggelar pelatihan budi daya ikan air tawar di pondok pesantren Banyuwangi. Para santri diajarkan budidaya lele dengam sistem bioflok.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan santripreneur, santri yang memiliki jiwa pengusaha. Sehingga para santri bisa ikut serta berwawasan wirausaha.

“Disperipangan memberi teori dan praktek tentang budi daya ikan air tawar dengan sistem bioflok. Sistem ini merupakan budidaya ikan lele melalui proses penumbuhan dan pengembangan mikro organisme dalam sebuah kolam. Sitem ini sudah teruji, banyak petani ikan tawar di Banyuwangi yang telah sukses membudidayakan lele dengan bioflok,” kata Anas.

Kepala Disperipangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo menjelaskan, proses ini dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya menjadi gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami. Kolam yang dibutuhkan tidak terlalu besar, menggunakan kolam yang terbuat dari terpal berbentuk bulat. Kolam tersebut berdiameter tiga meter, dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Pemeliharaan lele dengan sistem ini, menggunakan pakan alami. Karena dengan bioflok, kata Hary, limbah budidaya dijadikan pakan alami dengan menambahkan probiotik. Probiotik inilah yang akan mengurai sisa-sisa pakan menjadi flok atau gumpalan-gumpalan berisi mikroorganisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing) yang bisa dijadikan pakan alami ikan. ”Sistem bioflok ini memiliki keunggulan, karena bisa pakai lahan yang terbatas dan dengan pakan alami,” kata Hary.

Hary mengatakan, sasaran awal adalah pondok pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Genteng. Saat ini sudah dicoba dikembangkan di lima Pondok Pesantren di wilayah Banyuwangi selatan. “Baru dua pondok pesantren di wilayah Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Genteng yang sudah realisasi,” ungkapnya.

Diungkapkan Hary, pelatihan pada para santri dilakukan untuk membangun jiwa usaha santri. Sambil belajar di pondok, mereka juga produktif berpenghasilan. “Secara tidak langsung kita menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka,” jelasnya.

Hary mengaku sengaja memilih budi daya ikan lele bioflok, karena teknik pengembangbiakannya dinilai paling mudah dan cepat, serta hasilnya cukup menguntungkan. “Bahkan setelah dikalkulasi, hasil dari budi daya ikan lele tersebut cukup berlebih untuk melayani kegiatan di Pondok Pesantren setempat,” tutur Hary.

Selain itu, program ini dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran para santri dalam Gerakan Makan Ikan (Gemar Ikan), supaya mereka sehat, kuat dan cerdas. “Ini juga mendorong pencapaian 100 ribu kolam ikan di Banyuwangi,” pungkasnya.

Reporter : Hermawan

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *