Gerak Cepat Pemkab Jember, Rumah Warga Jenggawah Segera Direhabilitasi Lewat Program

Jul 14, 2026 - 16:07
Jul 14, 2026 - 20:22
 0
Gerak Cepat Pemkab Jember, Rumah Warga Jenggawah Segera Direhabilitasi Lewat Program
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau perbaikan rumah di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat merealisasikan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Salah satu rumah yang dipastikan segera diperbaiki adalah milik Sucipto, warga Dusun Pondok Lalang, RT 004/RW 008, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau langsung kondisi rumah Sucipto seusai kunjungan kerja di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin (13/7/2026).

Fawait menjelaskan, penanganan rumah Sucipto merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang disampaikan melalui kanal pengaduan Wadul Gus'e. Setelah menerima laporan, pemerintah langsung melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan.

"Kunjungan kali ini diinisiasi setelah adanya laporan langsung dari warga melalui program Wadul Gus'e. Kami kemudian meninjau langsung kondisi di lapangan dan memastikan kondisi calon penerima," ujarnya.

Hasil verifikasi menunjukkan Sucipto memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan RTLH. Karena itu, Pemkab Jember memastikan proses rehabilitasi rumah akan segera dimulai.

"Dan kami pastikan, rumah Bapak Sucipto akan segera kami jadikan rumah yang layak untuk dihuni," kata Fawait.

Ia menegaskan, Pemkab Jember menargetkan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni sepanjang 2026. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Fawait, program RTLH tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga diintegrasikan dengan program pengentasan kemiskinan. Keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 akan memperoleh pendampingan, termasuk akses pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat bagi anak-anak mereka.

Melalui program tersebut, anak-anak penerima manfaat akan memperoleh fasilitas pendidikan, laptop, makan tiga kali sehari, serta pemenuhan kebutuhan gizi harian.

"Kami tidak ingin hanya memperbaiki rumahnya. Keluarganya juga harus kami dampingi agar bisa keluar dari lingkaran kemiskinan. Anak-anaknya kami siapkan masuk Sekolah Rakyat dengan pendidikan gratis, mendapatkan laptop, makan tiga kali sehari, dan kebutuhan gizinya dipenuhi. Ini adalah ikhtiar kami untuk memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Jember," tegasnya. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow