Festival Muharram 2026 Diramaikan EKOTAP, Minuman Unik Khas Bondowoso
Kreasi minuman Es Kopi Tape (EKOTAP) menjadi daya tarik baru di Festival Muharram 2026 Bondowoso. Perpaduan kopi khas Bondowoso dan tape yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda menghadirkan sensasi rasa unik yang memikat pengunjung.
BONDOWOSO – Kreasi minuman lokal bertajuk Es Kopi Tape (EKOTAP) menjadi salah satu sajian yang paling banyak menarik perhatian pengunjung pada Bazar UMKM Festival Muharram 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Minuman unik tersebut dipasarkan di stan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang didesain menyerupai rumah joglo dengan nuansa tabing atau anyaman bambu khas Bondowoso. Selain menghadirkan layanan edukasi keuangan, stan tersebut juga menjadi ruang promosi produk kreatif berbasis potensi lokal.
Di stan OJK, komunitas Barista Class Bondowoso yang dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso setiap hari menyuguhkan tema berbeda dalam pengolahan kopi lokal. Mulai dari kopi holistik, kopi ikhlas, mixology coffee, fun fermented coffee, hingga puncaknya menghadirkan inovasi EKOTAP.
Koordinator Barista Class Bondowoso, Om Seon Oner, menjelaskan bahwa EKOTAP merupakan perpaduan antara kopi sebagai komoditas unggulan Bondowoso dengan tape Bondowoso yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Bondowoso pada tahun 2025.
“EKOTAP memiliki filosofi pelestarian budaya lokal. Kami mencoba mengawinkan dua ikon Bondowoso, yaitu kopi dan tape, menjadi satu sajian yang tidak hanya memiliki nilai rasa, tetapi juga mengangkat identitas daerah,” ujarnya.
Menurutnya, perpaduan kedua bahan tersebut menghasilkan sensasi rasa yang unik. Tekstur creamy berpadu dengan karakter pahit kopi dan sentuhan manis-asam dari tape menciptakan pengalaman baru bagi para penikmat kopi.
“Rasanya benar-benar creamy. Pahit, manis, dan asam membaur menjadi satu. Unik dan menyenangkan. Harapannya EKOTAP bisa menjadi menu kopi lokal yang terus dikembangkan dengan mengusung tema-tema khas Bondowoso,” tambahnya.
Sejak diperkenalkan kepada publik, EKOTAP mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Pengunjung yang datang ke stan OJK mulai dari pejabat pemerintah daerah, kepala desa, pelajar, masyarakat umum hingga generasi muda tampak antusias mencoba sajian tersebut.
Salah seorang pengunjung dari kalangan Gen Z mengaku terkesan dengan cita rasa yang ditawarkan. Menurutnya, sensasi mouthfeel yang dihasilkan membuat minuman tersebut meninggalkan kesan tersendiri dan ingin kembali mencicipinya.
Kehadiran EKOTAP menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menciptakan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat identitas daerah. Perpaduan kopi dan tape Bondowoso tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya dalam bentuk yang lebih modern dan mudah diterima generasi muda.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan sensasi Es Kopi Tape, EKOTAP masih dapat dinikmati di stan OJK yang berada di sisi utara Gerbong Maut, sebelah barat Alun-Alun Bondowoso selama rangkaian Festival Muharram 2026 berlangsung.
What's Your Reaction?