Pemkab Bondowoso Gelar MOW Gratis, Ratusan Warga Masuk Daftar Program

Pemkab Bondowoso menggelar pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) gratis di RSUD Koesnadi. Sebanyak 82 akseptor mengikuti program, sementara minat masyarakat mencapai 300 pendaftar.

Jun 20, 2026 - 15:15
Jun 20, 2026 - 15:32
 0
Pemkab Bondowoso Gelar MOW Gratis, Ratusan Warga Masuk Daftar Program
Antrean MOW Membludak, 300 Warga Berminat, Bondowoso Layani 82 Akseptor

BONDOWOSO – Antusiasme masyarakat Bondowoso terhadap program Keluarga Berencana (KB) permanen terus meningkat. Tercatat sekitar 300 warga mendaftar untuk mengikuti Bakti Sosial Pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso di RSUD Koesnadi, Sabtu (20/6/2026). Namun karena keterbatasan kuota, hanya 82 akseptor yang dapat mengikuti layanan MOW gratis tahun ini setelah dinyatakan lolos screening kesehatan.

Program pelayanan KB permanen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bondowoso meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Seluruh peserta yang mengikuti tindakan berasal dari berbagai kecamatan dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Kepala Dinas Sosial Bondowoso, dr. Moh. Imron, menjelaskan jumlah peserta yang dilayani tahun ini memang lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kondisi tersebut bukan karena minat masyarakat menurun, melainkan karena kuota yang diberikan pemerintah pusat dan provinsi terbatas.

“Target awal yang diberikan kepada Bondowoso sebenarnya sebanyak 70 akseptor. Alhamdulillah, kami mendapatkan tambahan kuota dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 12 peserta sehingga total menjadi 82 akseptor. Jadi penurunan jumlah ini bukan karena animonya berkurang, melainkan karena kuota yang memang dibatasi,” ujar dr. Imron.

Ia mengungkapkan seluruh peserta telah menjalani proses screening kesehatan di 25 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bondowoso. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan calon akseptor berada dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta yang berpotensi menghambat tindakan medis.

Menurut dr. Imron, program MOW lebih diprioritaskan bagi pasangan usia subur yang merasa jumlah anaknya sudah cukup dan ingin merencanakan keluarga secara lebih matang. Karena itu, faktor utama yang menjadi pertimbangan bukan usia, melainkan masih adanya potensi kehamilan pada pasangan yang bersangkutan.

Ia menegaskan program MOW merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta mendukung lahirnya generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing sebagaimana arah kebijakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

“Harapannya keluarga yang terbentuk menjadi lebih berkualitas. Anak-anak yang dilahirkan juga mendapatkan perhatian dan pemenuhan kebutuhan yang optimal. Karena itu, bagi keluarga yang merasa jumlah anaknya sudah cukup, kami menganjurkan untuk mempertimbangkan mengikuti program ini,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kemendukbangga dan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, serta dukungan anggaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Sinergi lintas sektor itu menjadi kunci dalam memperluas akses layanan KB bagi masyarakat.

Selain pelayanan MOW bagi perempuan, Pemkab Bondowoso juga terus mendorong partisipasi pria melalui program Medis Operatif Pria (MOP) atau vasektomi. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sedikitnya 10 peserta MOP yang pelaksanaannya direncanakan di fasilitas kesehatan tingkat puskesmas.

Dr. Imron mengungkapkan tingginya animo masyarakat terhadap program KB permanen terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 300 orang. Namun keterbatasan kuota membuat hanya 82 peserta yang dapat dilayani melalui program tahun ini.

Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat yang belum terakomodasi tetap memiliki peluang mengikuti layanan serupa melalui program yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso.

Ke depan, Pemkab Bondowoso berkomitmen memperluas akses layanan KB berkualitas melalui kerja sama dengan RSUD Koesnadi Bondowoso dan dokter spesialis yang memiliki kompetensi laparoskopi. Teknologi tersebut memungkinkan tindakan dilakukan dengan sayatan sangat kecil sehingga lebih aman, nyaman, dan minim risiko.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.MPub., M.Si., mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat yang secara sukarela mengikuti program MOW setelah melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan.

“Alhamdulillah ini adalah perhatian yang luar biasa bagi pasangan-pasangan yang memilih untuk steril. Tetapi semuanya sudah melalui proses screening, sehingga mereka mengambil keputusan tersebut dengan kesadaran penuh,” ujar Khodijatul Qodriyah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam program tersebut merupakan bentuk fasilitasi terhadap kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan KB permanen namun terkendala biaya. Dengan adanya pelayanan gratis, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi menjadi lebih mudah dan aman.

“Kita membantu memfasilitasi itu. Dengan kegiatan ini masyarakat yang menginginkan layanan semacam ini bisa lebih terfasilitasi tanpa biaya,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow