Berangkat ke China, Mahasiswa UNP Diminta Jadi Duta Indonesia Sekaligus Pembelajar Dunia
Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Negeri Padang mengikuti Program Student Exchange Padang–Guiyang di China. Rektor UNP menegaskan para peserta mengemban misi kebangsaan sekaligus memperkuat kompetensi global melalui pembelajaran akademik dan pertukaran budaya.
PADANG – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) resmi diberangkatkan mengikuti Program Student Exchange Padang–Guiyang yang akan berlangsung di Guiyang, Provinsi Guizhou, China, pada 20 Juni hingga 3 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya UNP memperluas jejaring internasional sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman akademik dan lintas budaya di tingkat global.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Rektor UNP, Prof. Krismadinata, Ph.D., di Ruang Tamu Rektor UNP, Kamis (18/6/2026). Dalam kesempatan itu, rektor menegaskan bahwa para mahasiswa yang berangkat bukan sekadar peserta pertukaran pelajar, melainkan membawa tanggung jawab sebagai representasi Indonesia di forum internasional.
Program Student Exchange Padang–Guiyang diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas 20 mahasiswa UNP, empat siswa sekolah menengah asal Sumatera Barat, serta seorang pendamping.
Selama hampir dua pekan berada di China, para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik, pembelajaran budaya, kuliah bersama, hingga kunjungan edukatif yang dirancang untuk memperluas perspektif internasional sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global.
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., menekankan bahwa kesempatan belajar di luar negeri harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyerap ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai positif yang dapat diterapkan saat kembali ke Indonesia.
"Jadi adik-adik ini merupakan anak-anak Indonesia yang berangkat ke China memiliki misi kebangsaan. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya, memperluas wawasan, dan mengambil pelajaran dari berbagai hal yang ditemui di sana. Sesuai moto UNP, Alam Takambang Jadi Guru, jadikan setiap pengalaman selama program ini sebagai sumber pembelajaran," ujar Krismadinata.
Menurutnya, keberangkatan mahasiswa ke luar negeri tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan multikultural.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sikap, etika, kedisiplinan, dan semangat belajar selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di China.
Rektor menilai pengalaman internasional merupakan modal penting dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perubahan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Selain mengikuti berbagai kegiatan budaya, para mahasiswa juga dijadwalkan mengikuti perkuliahan dan kelas akademik di institusi mitra di Guiyang. Aktivitas tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi akademik, penelitian, maupun kerja sama internasional yang lebih luas bagi UNP pada masa mendatang.
Program ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional dengan mahasiswa dari berbagai negara, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, Direktur Internasionalisasi Prof. Rusnardi Rahmat Putra, Ph.D. Eng., serta Kepala Subdirektorat Layanan Internasional Desvalini Anwar, S.S., M.Hum., Ph.D.
Melalui program pertukaran mahasiswa ini, UNP menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan mobilitas akademik dan kerja sama internasional.
What's Your Reaction?