Dinkes Bangkalan Gandeng STPI Jalankan Skrining TB Berbasis Komunitas dan AI

Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggencarkan skrining Tuberkulosis berbasis AI bersama STPI dan Cito Lab. Ratusan warga menjalani pemeriksaan di sejumlah titik rawan TB.

May 22, 2026 - 15:38
 0
Dinkes Bangkalan Gandeng STPI Jalankan Skrining TB Berbasis Komunitas dan AI
Petugas kesehatan bersama tim skrining Tuberkulosis (TB) melakukan pemeriksaan dan pendataan warga dalam kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) berbasis komunitas di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi dini kasus TB melalui pemeriksaan kesehatan dan tes lanjutan bagi warga berisiko tinggi.

BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kesehatan menggencarkan program Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) berbasis komunitas untuk menekan angka kasus TB yang masih tinggi di Indonesia.

Program tersebut dilaksanakan bersama Stop TB Partnership Indonesia dan Cito Lab Medis Klinik Riset Medis dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2026.

Kegiatan skrining berlangsung sejak 15 April hingga September 2026 dengan menyasar masyarakat berisiko tinggi di bawah wilayah kerja 22 puskesmas di Bangkalan.

Pelaksanaan skrining dilakukan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui pemeriksaan foto rontgen atau X-Ray, selain metode manual untuk mendeteksi warga yang diduga terpapar Tuberkulosis.

Salah satu titik pelaksanaan skrining berada di Kecamatan Kamal. Berdasarkan hasil deteksi awal, sekitar 50 persen warga di Desa Kamal, Desa Kebun, dan Desa Tanjungjati terindikasi sebagai terduga TB.

Namun, status tersebut belum bisa dipastikan sebagai kasus positif karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan melalui tes dahak.

"Kecamatan Kamal sendiri hingga hari ini terakhir deteksi yang sudah masuk ada 50 persen berstatus terduga. Tetapi masih menunggu diagnosa dari tes dahak dan sebagainya untuk penegakan kasusnya," ujar Rizal.

Di Bumdes Desa Kamal, tercatat sebanyak 238 warga mengikuti skrining kesehatan. Sebelumnya, skrining juga dilakukan di Desa Banyuajuh dengan jumlah peserta 175 orang dan sekitar 70 persen terdeteksi sebagai terduga TB.

Sementara di Desa Telang dan kawasan Universitas Trunojoyo Madura, sebanyak 250 orang mengikuti pemeriksaan dan sekitar 70 persen masuk kategori terduga TB berdasarkan hasil awal skrining AI.

Kepala UPTD Puskesmas Kamal, Khadijah, membenarkan adanya temuan warga berstatus terduga TB di tiga titik tersebut.

Namun, ia memastikan hasil pemeriksaan lanjutan melalui tes dahak menunjukkan seluruh warga dinyatakan negatif Tuberkulosis.

"Adanya temuan terduga TB di 3 titik tersebut memang benar namun saya memastikan dari hasil diagnosa tes dahak yang dilakukan Puskesmas Kamal menyatakan semuanya dinyatakan negatif," terangnya.

Menurut Khadijah, munculnya bercak atau flek pada paru-paru warga bukan semata-mata disebabkan TB, melainkan bisa dipicu kebiasaan merokok aktif maupun pasif atau riwayat penyakit paru sebelumnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak takut ataupun malu melakukan pemeriksaan kesehatan ketika mengalami batuk berkepanjangan.

"Harapan kami bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi bisa dilakukan skrining agar bisa segera ditemukan dan diobati sehingga ada harapan bisa sembuh," katanya.

Pihak puskesmas juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular maupun tidak menular yang kini terus meningkat akibat gaya hidup tidak sehat.

 Penulis : Luhur Utomo

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow