Bersama Belasan Kabupaten Lain, Nilai OSN Bondowoso Tak Muncul, Dispendik Surati Pusat Minta Penjelasan Resmi

Hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kabupaten Bondowoso belum muncul dalam pengumuman resmi Puspresnas. Dispendik menyebut persoalan serupa juga dialami puluhan daerah lain dan mendesak pemerintah pusat segera memberikan kepastian agar peserta tidak dirugikan menjelang OSN tingkat provinsi.

Jun 29, 2026 - 16:30
Jun 29, 2026 - 16:34
 0
Bersama Belasan Kabupaten Lain, Nilai OSN Bondowoso Tak Muncul, Dispendik Surati Pusat Minta Penjelasan Resmi
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto,

BONDOWOSO – Pengumuman hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten yang dirilis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada 27 Juni 2026 memunculkan tanda tanya besar. Nama Kabupaten Bondowoso mendadak tidak tercantum dalam daftar hasil, padahal seluruh peserta telah menyelesaikan ujian sesuai jadwal.

Kondisi tersebut sontak memicu kegelisahan. Pasalnya, hasil OSN menjadi pintu utama bagi peserta yang berhak melaju ke tingkat provinsi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab hilangnya hasil peserta asal Bondowoso.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto, memastikan persoalan tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan pelaksanaan ujian di daerah. Menurutnya, seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan Puspresnas.

"Begitu mengetahui hasil Bondowoso tidak muncul, kami langsung berkoordinasi dengan admin Puspresnas untuk meminta penjelasan," kata Taufan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (29/6/2026).

Tak berhenti pada komunikasi informal, Dispendik Bondowoso juga melayangkan surat resmi bernomor 430.3.5.1454.430.9.9 Tahun 2026. Surat tersebut berisi permohonan agar dilakukan pengumuman susulan sekaligus meminta klarifikasi atas hilangnya hasil OSN Kabupaten Bondowoso.

"Kami langsung kirim surat resmi ke Pusat Prestasi Nasional. Kami juga menanyakan apa penyebab nilai Kabupaten Bondowoso tidak muncul dalam pengumuman," ujarnya.

Taufan menjelaskan, pelaksanaan OSN tingkat SD maupun SMP sebelumnya berlangsung secara daring bersama seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Saat ujian berlangsung memang sempat muncul kendala teknis berupa keterlambatan pengiriman token dari pusat. Akibatnya, peserta tingkat SD harus menunggu sekitar 30 menit sebelum dapat mengerjakan soal.

Namun setelah token diterima, pelaksanaan ujian berlangsung normal hingga selesai. Tidak ada gangguan berarti yang menyebabkan peserta gagal mengikuti seluruh rangkaian tes.

Dispendik juga memastikan pelaksanaan ujian telah memenuhi standar pengawasan. Setiap ruang ujian dipantau melalui kamera serta live streaming guna menjamin transparansi dan mencegah terjadinya pelanggaran.

Menurut Taufan, pemerintah daerah hanya bertugas memfasilitasi pelaksanaan ujian. Seluruh proses pengerjaan soal, penyimpanan data hingga penilaian sepenuhnya dikelola melalui sistem milik Puspresnas.

"Seluruh proses pengerjaan soal hingga penilaian dilakukan secara daring melalui sistem milik Puspresnas. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis," tegasnya.

Meski demikian, hingga kini penyebab tidak munculnya hasil OSN Bondowoso masih menjadi teka-teki. Dispendik mengaku belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak pusat.

Dugaan sementara yang berkembang mengarah pada persoalan administrasi atau kendala sistem. Namun, Dispendik menegaskan hal itu masih sebatas dugaan karena belum ada keterangan resmi dari Puspresnas.

Menariknya, Bondowoso ternyata bukan satu-satunya daerah yang mengalami persoalan serupa.

Berdasarkan informasi yang diterima melalui jaringan komunikasi antardaerah, terdapat puluhan kabupaten dan kota lain di Indonesia yang hasil OSN tingkat kabupatennya juga belum diumumkan.

"Jadi di Indonesia pun tidak hanya Bondowoso yang tidak muncul nilainya. Ada puluhan lebih kabupaten dan kota yang mengalami hal yang sama," ungkap Taufan.

Untuk mempercepat kepastian, Dispendik Bondowoso tidak hanya berkomunikasi melalui WhatsApp dengan pihak pusat, tetapi juga mengirim seorang staf ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur guna mencari informasi lebih lanjut.

Langkah itu ditempuh agar persoalan segera memperoleh kepastian, mengingat jadwal OSN tingkat provinsi sudah semakin dekat.

Jika keterlambatan pengumuman terus berlanjut tanpa kepastian, para peserta berpotensi dirugikan karena kesempatan mengikuti OSN tingkat provinsi dapat terganggu.

Padahal, pelaksanaan OSN tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.

Dispendik berharap Puspresnas segera memberikan penjelasan sekaligus mengumumkan hasil yang hingga kini belum muncul agar hak peserta tidak terabaikan.

"Kami masih yakin nilainya akan keluar. Yang bermasalah hanya hasilnya yang belum muncul, sementara pelaksanaannya sudah selesai dengan baik," pungkas Taufan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow