Gus Fawait Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini, Ajak Pelajar Jember Raih Pendidikan Tinggi

Jun 28, 2026 - 18:27
Jun 29, 2026 - 16:31
 0
Gus Fawait Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini, Ajak Pelajar Jember Raih Pendidikan Tinggi
Buoati Jember Muhammad Fawait saat memberikan arahan dalam Apel Siswa, di SMPN Sukorambi, Minggu 28/6/2026.

JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengingatkan para pelajar agar tidak terburu-buru menjalin hubungan asmara maupun menikah pada usia dini. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Siswa di SMP Negeri Sukorambi, Minggu (28/6/2026).

Di hadapan ratusan siswa, Fawait mengatakan pernikahan dini menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak.

"Kalau masih SMP sudah pacaran, lulus SMP ingin menikah, menikah muda, lalu memiliki anak yang mengalami stunting. Salah satu penyebab stunting adalah pernikahan dini," ujarnya.

Menurut Fawait, persoalan pernikahan bukan hanya menyangkut sah atau tidak secara hukum, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan ekonomi.

"Paling cepat menikah itu usia 21 tahun. Kalau usia 14 tahun sudah menikah, persoalannya bukan sah atau tidak, melainkan kesiapan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Fawait juga berdialog dengan salah seorang siswi bernama Saskiya (14). Saat ditanya mengenai cita-citanya, Saskiya mengaku ingin menjadi dokter karena bercita-cita membantu orang yang sakit.

Mendengar jawaban tersebut, Fawait memotivasi para siswa agar tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Jember. Menurutnya, Kabupaten Jember memiliki banyak perguruan tinggi yang dapat menjadi pilihan, seperti Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan Universitas dr. Soebandi.

"Saya ingin adik-adik tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Kunjungi kampus-kampus di Jember, lihat fakultas kedokteran, keperawatan, dan program studi lainnya agar semakin termotivasi melanjutkan pendidikan," ujarnya.

Fawait juga memastikan Pemerintah Kabupaten Jember akan menyiapkan berbagai program beasiswa bagi pelajar berprestasi maupun siswa dari keluarga kurang mampu.

"Ada beasiswa prestasi, beasiswa afirmasi ekonomi, dan program beasiswa lainnya. Jangan pernah berhenti menuntut ilmu, minimal sampai SMA atau sederajat, kalau bisa S-1 hingga S-3," katanya.

Ia juga menceritakan perjalanan pendidikannya, mulai dari bersekolah di desa hingga berhasil meraih gelar doktor. Menurutnya, semangat belajar harus terus dipelihara meskipun telah menduduki jabatan tinggi.

"Saya baru lulus S-3 dan masih ingin melanjutkan kuliah lagi. Karena kita diperintahkan menuntut ilmu dari lahir sampai liang lahat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan Program Beasiswa Cinta Bergema.

Program tersebut mencakup beasiswa afirmasi ekonomi bagi siswa dari keluarga kurang mampu, beasiswa santri, beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, beasiswa bagi anak perangkat pemerintah dan anak guru, serta beasiswa melalui jalur kompetisi. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow