Pelantikan PC PMII Bondowoso Perkuat Tradisi Intelektual, Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan Bangsa

PC PMII Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027 resmi dilantik. Kepengurusan baru menegaskan komitmen memperkuat kaderisasi, tradisi intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan berpihak kepada rakyat.

Jun 29, 2026 - 18:44
 0
Pelantikan PC PMII Bondowoso Perkuat Tradisi Intelektual, Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan Bangsa
PC PMII Bondowoso Resmi Dilantik, Tegaskan Kaderisasi Jadi Pilar Perubahan dan Pengabdian

BONDOWOSO – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027 resmi dilantik dalam resepsi pelantikan yang digelar di SMKN 3 Bondowoso, Selasa (28/7/2026).

Momentum ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi penegasan arah perjuangan organisasi dalam memperkuat kaderisasi, tradisi intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso, tokoh masyarakat, alumni PMII, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, jajaran Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, hingga Badan Harian Pengurus Besar (PB) PMII.

Ketua PC PMII Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027, Sahabat Saiful Bahri, menegaskan bahwa kepengurusan baru memikul tanggung jawab besar untuk menjaga eksistensi PMII agar tetap relevan menghadapi perubahan sosial, politik, dan perkembangan zaman.

Menurutnya, kaderisasi harus tetap menjadi jantung organisasi. Dari proses itulah PMII diharapkan terus melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga integritas moral serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

"PMII harus tetap menjadi rumah kaderisasi yang melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan keberpihakan terhadap rakyat. Tantangan hari ini menuntut PMII hadir sebagai kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bondowoso," ujar Saiful.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Bondowoso, Dr. Daris Wibisono Setiawan, mengingatkan agar PMII tetap menjaga tradisi intelektual yang selama ini menjadi identitas organisasi.

Ia menilai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah harus terus menjadi fondasi gerakan, disertai sikap independen dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

"PMII harus terus menjaga marwah organisasi dengan memperkuat tradisi keilmuan, menjaga independensi gerakan, serta membangun keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Kader PMII harus menjadi penjaga nilai sekaligus pelopor perubahan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan," tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua PKC PMII Jawa Timur, M. Ivan Akiedozawa, berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kualitas kaderisasi agar PMII terus melahirkan generasi pemimpin yang siap menjawab tantangan masa depan.

"Kaderisasi dan intelektualitas harus menjadi prioritas utama. PMII Bondowoso harus mampu menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan PMII. PMII harus terus menjadi ruang pengkaderan yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan bangsa," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menyampaikan dukungannya terhadap kiprah PMII. Mewakili Bupati Bondowoso, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyebut PMII merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah melalui gagasan dan inovasi kaum muda.

"Pemerintah Kabupaten Bondowoso memandang PMII sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kami berharap kader-kader PMII terus berkontribusi melalui gagasan, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi penting dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Harian PB PMII, Muhammad Faqih, mengingatkan agar PMII tidak kehilangan jati dirinya sebagai organisasi kader sekaligus organisasi perjuangan.

Menurutnya, tradisi intelektual, pengabdian sosial, dan komitmen terhadap nilai keadilan, kemanusiaan, serta kebangsaan harus terus dijaga agar PMII tetap menjadi kekuatan moral di tengah kehidupan berbangsa.

"PMII tidak boleh kehilangan orientasi perjuangannya. Tradisi intelektual, pengabdian sosial, serta komitmen terhadap nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebangsaan harus terus diperkuat. PMII harus hadir sebagai penjaga nurani bangsa dan pengawal kepentingan rakyat," tuturnya.

Resepsi pelantikan tersebut menjadi titik awal kepengurusan baru PC PMII Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027 dalam menjalankan roda organisasi.

Dengan mengusung semangat Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh, PMII Bondowoso berkomitmen memperkuat kaderisasi, mengembangkan tradisi intelektual, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan daerah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow