Tradisi Air Bunga Sambut Prajurit Baru Yonif TP 837 Bangun Jiwa Korsa Tangguh
Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo menggelar tradisi penerimaan warga baru dengan prosesi penyiraman air bunga sebagai simbol penyucian diri dan awal pengabdian. Tradisi ini menjadi bagian dari pembinaan karakter, loyalitas, dan jiwa korsa prajurit TNI Angkatan Darat.
BANGKALAN – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai Markas Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo saat satuan tersebut menggelar Upacara Tradisi Penerimaan Warga Baru, Minggu (28/6/2026).
Prosesi penyiraman air bunga menjadi salah satu rangkaian yang paling sarat makna dalam menyambut personel baru.
Tradisi tersebut merupakan bagian dari pembinaan personel untuk menanamkan nilai-nilai keprajuritan, memperkuat jiwa korsa, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap satuan.
Kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan warga baru di Gerbang Kehormatan Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo. Setibanya di markas, mereka disambut jajaran perwira, bintara, dan tamtama sebagai bentuk penghormatan sekaligus tanda resmi memasuki keluarga besar batalyon.
Suara yel-yel kebanggaan satuan menggema sepanjang prosesi penyambutan. Semangat dan kekompakan prajurit menjadi simbol eratnya persaudaraan yang akan menjadi bekal bagi para personel baru dalam menjalankan tugas.
Komandan Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, Letkol Inf Agus Fahruddin, S.Hub.Int., M.M., memimpin langsung prosesi dengan menyematkan tanda warga baru kepada perwakilan prajurit. Penyematan itu menjadi simbol resmi diterimanya seluruh personel sebagai bagian dari keluarga besar Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air bunga kepada empat warga baru yang terdiri atas seorang perwira dari Korps Wanita Angkatan Darat yang bertugas sebagai dokter, dua bintara, dan seorang tamtama.
Penyiraman air bunga bukan sekadar tradisi seremonial. Prosesi tersebut dimaknai sebagai simbol penyucian diri, lahirnya semangat baru, serta kesiapan mengawali pengabdian dengan hati yang bersih, disiplin, dan penuh dedikasi kepada bangsa dan negara.
Setelah itu, para prajurit baru menjalani prosesi penciuman Tunggul Satuan sebagai lambang kesetiaan terhadap kehormatan satuan sekaligus komitmen menjaga nama baik Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo di mana pun bertugas.
Seluruh warga baru juga mengucapkan Ikrar Warga Baru sebagai bentuk tekad memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, integritas, dan profesionalisme sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Melalui tradisi tersebut, diharapkan setiap prajurit memahami sejarah, nilai-nilai perjuangan, dan kehormatan satuan sehingga tumbuh rasa bangga terhadap korps serta semakin kuat jiwa korsa dalam mengemban setiap penugasan.
Komandan Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, Letkol Inf Agus Fahruddin, menegaskan bahwa seluruh warga baru harus mampu menjadi prajurit yang tangguh, adaptif, profesional, dan berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Seluruh warga baru diharapkan menjadi prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo yang militan, profesional, adaptif, dan berintegritas, serta senantiasa siap memberikan pengabdian terbaik demi kejayaan TNI Angkatan Darat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat 'Tangguh, Setia, dan Berani'," tegasnya.
Penulis : Luhur Utomo
What's Your Reaction?