Viral! Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Diduga Dijual di Lamongan
Sebuah becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diduga hendak dijual oleh penerimanya di Lamongan. Unggahan yang viral di Facebook memicu kecaman publik dan menimbulkan pertanyaan soal pengawasan serta ketepatan sasaran program bantuan pemerintah.
LAMONGAN – Sebuah unggahan di media sosial memantik polemik sekaligus kemarahan publik di Kabupaten Lamongan. Pasalnya, satu unit becak listrik yang diduga merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, muncul di grup jual beli Facebook dan ditawarkan kepada masyarakat umum.
Temuan tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat warganet. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana mungkin bantuan pemerintah yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan penerima justru diduga hendak diperjualbelikan.
Berdasarkan penelusuran pada Minggu (7/6/2026), unggahan itu berasal dari akun Facebook bernama Khoirul Huda Putra yang mengunggah foto-foto becak listrik di grup publik "JUAL BELI BARANG LAMONGAN".
Dalam unggahan singkatnya, akun tersebut menawarkan kendaraan roda tiga bertenaga listrik itu kepada calon pembeli.
"Becak listrik. Kondisi baru belum dipakai. Minat inbox," tulis akun tersebut.
Kalimat sederhana itu justru memicu gelombang pertanyaan publik. Sebab, kendaraan yang ditawarkan bukanlah becak listrik biasa, melainkan diduga kuat merupakan bagian dari program bantuan pemerintah pusat.
Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Pada bagian depan bodi kendaraan terlihat jelas stiker bertuliskan "BANTUAN BECAK LISTRIK DARI PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO".
Tulisan itu menjadi penanda kuat bahwa kendaraan tersebut merupakan bantuan yang diberikan melalui program pemerintah dan bukan barang dagangan komersial yang bebas diperjualbelikan.
Identitas bantuan semakin terlihat dari adanya foto Presiden Prabowo Subianto yang terpampang di sejumlah sisi kendaraan.
Selain foto presiden, simbol Garuda Pancasila juga tampak menghiasi bagian kanan, kiri hingga sandaran belakang becak.
Kondisi kendaraan yang ditawarkan pun masih terlihat sangat baru.
Bahkan, sadel pengemudi masih terbungkus plastik pelindung yang menandakan kendaraan belum digunakan secara optimal.
Fakta tersebut memunculkan dugaan bahwa bantuan baru saja diterima namun sudah ditawarkan kepada publik melalui media sosial.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar langsung dipenuhi reaksi keras dari warga.
Sebagian besar netizen menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai bertentangan dengan tujuan utama program bantuan pemerintah.
Banyak yang beranggapan bahwa bantuan semacam itu seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan penerima, bukan dijadikan komoditas jual beli.
Sejumlah warga juga menyoroti persoalan ketepatan sasaran bantuan.
Mereka menilai masih banyak tukang becak yang benar-benar membutuhkan bantuan kendaraan listrik namun belum mendapat kesempatan menerima program tersebut.
Kritik itu muncul karena kendaraan yang ditawarkan terlihat masih baru dan belum digunakan sebagaimana mestinya.
Akun Achmad Uzi menjadi salah satu warganet yang menyampaikan kekecewaannya.
Menurutnya, apabila bantuan memang tidak digunakan, seharusnya dikembalikan atau diberikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
"Kalau tidak dipakai ya tidak usah diterima. Berikan ke yang lebih membutuhkan," tulisnya dalam kolom komentar.
Komentar serupa juga datang dari akun Arifiant Achmad.
Ia menyoroti masih banyak pengemudi becak kayuh berusia lanjut yang hingga kini belum tersentuh program bantuan pemerintah.
Menurutnya, kelompok tersebut justru lebih layak mendapatkan dukungan kendaraan listrik untuk meringankan beban kerja sehari-hari.
"Masih banyak yang pakai becak gowes dan sudah lansia, tapi tidak kebagian," tulisnya.
Tak hanya mengkritik, sebagian netizen juga mengingatkan adanya potensi konsekuensi hukum apabila barang bantuan pemerintah diperjualbelikan tanpa dasar yang sah.
Mereka menilai tindakan tersebut dapat menimbulkan persoalan administratif hingga hukum jika terbukti melanggar ketentuan program bantuan.
Akun Labib Rahman bahkan secara terbuka memperingatkan pemilik unggahan.
Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah bukan barang biasa yang dapat diperjualbelikan begitu saja.
"Tidak takut diusut kamu, itu dari pemerintah dijual bisa kena masalah," tulisnya.
Viralnya unggahan tersebut kini memunculkan tuntutan publik agar pihak terkait segera turun tangan melakukan verifikasi.
Masyarakat berharap ada penelusuran mengenai status kendaraan, identitas penerima bantuan, serta mekanisme penyaluran yang dilakukan.
Jika benar kendaraan tersebut merupakan bantuan resmi pemerintah, warga meminta adanya langkah tegas agar tidak menjadi preseden buruk bagi program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Kasus ini juga membuka kembali perdebatan mengenai lemahnya pengawasan pascapenyaluran bantuan.
Sebab, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh proses distribusi, tetapi juga pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan oleh penerima.
Tanpa pengawasan yang memadai, bantuan yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berisiko berubah fungsi menjadi komoditas yang diperjualbelikan.
Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut masih menjadi sorotan publik dan terus menuai komentar dari warganet.
Belum ada keterangan resmi dari pihak penyalur maupun instansi terkait mengenai status kendaraan yang ditawarkan tersebut.
Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan bantuan negara benar-benar digunakan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
Sementara itu, viralnya kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap bantuan publik tidak hanya mengandung nilai ekonomi, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.Hashtag Berita.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?