Dari Filosofi Semut, Bareng Rakyat Tumbuhkan Semangat Gotong Royong hingga 31 Kecamatan di Jember
KABAR RAKYAT, JEMBER – Bagi Bareng Rakyat, membangun organisasi bukan sekadar memperbanyak kepengurusan. Yang ingin ditumbuhkan adalah semangat berjalan bersama, saling menguatkan, dan hadir di tengah masyarakat. Filosofi itulah yang mereka sebut sebagai semangat semut—bergerak perlahan, bekerja kolektif, dan tidak pernah berjalan sendiri.
Dalam kurun waktu satu tahun, semangat tersebut berhasil mengantarkan Bareng Rakyat membentuk kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Capaian itu menjadi salah satu tonggak perjalanan organisasi sebelum melangkah lebih dekat ke tingkat desa.
Momentum tersebut disampaikan dalam kegiatan Kongkow Bareng Rakyat yang digelar di Kecamatan Sumbersari, Minggu (20/7/2026) malam. Suasana berlangsung hangat dan penuh dialog, mempertemukan para pengurus dari berbagai wilayah untuk berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, sekaligus menyusun langkah bersama ke depan.
Koordinator Daerah Bareng Rakyat Jember, Dwi Nouval Zakaria, mengatakan pembentukan kepengurusan di seluruh kecamatan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memperkuat gerakan hingga tingkat desa.
"Selama satu tahun terakhir Bareng Rakyat telah hadir di 31 kecamatan. Pembagian tujuh koordinator wilayah ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi, kaderisasi, dan konsolidasi organisasi," ujarnya.
Untuk menjaga komunikasi tetap efektif, Bareng Rakyat membagi wilayah pengorganisasian ke dalam tujuh koordinator wilayah (korwil) yang disesuaikan dengan daerah pemilihan legislatif di Kabupaten Jember. Melalui pola tersebut, setiap korwil diharapkan mampu memperkuat koordinasi, kaderisasi, pendidikan politik, dan pengembangan organisasi di wilayah masing-masing.
Kini, langkah berikutnya mulai diarahkan ke desa-desa. Salah satunya dilakukan Korwil III yang membawahi Kecamatan Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Sukowono, dan Sumberjambe.
Koordinator Wilayah III Bareng Rakyat Jember, Mohammad Habibi, mengatakan proses pembentukan kepengurusan desa terus berjalan agar organisasi semakin dekat dengan masyarakat.
"Saat ini kami sedang melengkapi kepengurusan desa di lima kecamatan tersebut agar struktur organisasi terbentuk hingga tingkat desa," katanya.
Lebih dari sekadar konsolidasi organisasi, Kongkow Bareng Rakyat juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pendidikan politik, penguatan kelembagaan, dan penyusunan agenda bersama. Forum itu dirancang sebagai wadah untuk memperkuat jejaring sekaligus menjaga semangat kebersamaan antaranggota.
Bagi Bareng Rakyat, filosofi semut bukan hanya sebuah simbol. Semut dipilih karena dikenal mampu bekerja bersama, saling menopang, dan membangun kekuatan secara kolektif tanpa bergantung pada satu sosok.
"Kalau gajah hanya ada di Lampung, banteng markasnya di Banten, tapi kalau semut ada di mana-mana, bisa masuk ke mana saja," ujar salah seorang tokoh Bareng Rakyat.
Semangat itulah yang kemudian diterjemahkan dalam slogan "Terorganisir, Bergerak, Menang Bersama Rakyat."Setelah menuntaskan pembentukan kepengurusan di seluruh kecamatan di Jember, Bareng Rakyat berencana melanjutkan pembentukan sekaligus deklarasi kepengurusan di sejumlah kabupaten dan kota lain sebagai bagian dari pengembangan jaringan organisasi.
Dengan menjadikan kebersamaan sebagai pijakan, Bareng Rakyat berharap dapat terus tumbuh dari akar rumput—hadir, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat. (zan)
What's Your Reaction?