MTsN 4 Bondowoso Bantah Buang MBG, Kepala Sekolah Sesalkan Pembuat Video Framing Negatif
Kepala MTsN 4 Bondowoso, Erna Pramantika, meluruskan video viral yang memperlihatkan sisa Makan Bergizi Gratis (MBG) dibuang. Ia menegaskan keterlambatan distribusi akibat penutupan akses jalan membuat sebagian siswa sudah membeli makanan lebih dulu.
BONDOWOSO – Kepala MTsN 4 Bondowoso, Erna Pramantika, M.Pd., memberikan klarifikasi terkait video yang beredar mengenai dugaan pembuangan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.
Erna sangat menyesalkan pada pembuat video framing negatif dan menyebarkan, sehingga pihak sekolah merasa dirugikan karena seakan akan menolak program nasional Presiden RI Prabowo Subianto.
Erna menegaskan informasi di dalam isi video yang telah beredar itu tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
Menurutnya, kejadian tersebut dipicu oleh keterlambatan distribusi makanan akibat akses jalan menuju sekolah ditutup karena adanya agenda kunjungan Wakil Menteri di Desa Lombokulon, Kecamatan Wonosari, Senin (20/07/2026).
Saat itu, kata Erna, halaman MTsN 4 Bondowoso juga digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan tamu sehingga aktivitas di sekitar sekolah mengalami kepadatan.
pada saat itu pihak penyedia MBG, lanjutnya, telah menghubungi sekolah melalui pesan WhatsApp untuk menyampaikan bahwa distribusi makanan mengalami keterlambatan karena akses jalan menuju sekolah tidak dapat dilalui.
Akibat keterlambatan tersebut, sebagian siswa telah lebih dahulu membeli makanan di koperasi sekolah yang memang disediakan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.
"Ketika MBG datang, kemungkinan sebagian anak-anak sudah kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanya sebagian dan tidak sampai habis," ujar Erna.
Dia menjelaskan, sisa makanan yang tidak dimakan siswa bukan dibuang secara sia-sia sebagaimana narasi isi dalam video yang beredar.
Menurut Erna, sisa makanan tersebut dikumpulkan oleh pihak sekolah, kemudian dibawa pulang oleh beberapa guru yang memiliki ternak ayam untuk dimanfaatkan sebagai pakan.
"Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar," tegasnya.
Erna menambahkan, MTsN 4 Bondowoso justru menjadi salah satu sekolah yang sangat membutuhkan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) program presiden RI Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan upacara hari Senin kemarin masih ditemukan siswa yang mengalami pingsan karena belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa program MBG sangat membantu kebutuhan gizi peserta didik, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Karena itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelaksanaan program MBG dan berharap program tersebut terus berlanjut.
Erna juga mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan isi video yang beredar tanpa mengetahui kronologi secara utuh.
Dia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi sekaligus menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?