Trial Dapur MBG SPPG Sumber Jambe Uji Kesiapan Relawan dan Layanan Gizi untuk 2.224 Penerima

Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan relawan sekaligus memastikan standar operasional dapur berjalan sesuai ketentuan.

Feb 16, 2026 - 14:11
 0
Trial Dapur MBG SPPG Sumber Jambe Uji Kesiapan Relawan dan Layanan Gizi untuk 2.224 Penerima
H. Hasan Alwi Kepala Yayasan ASASUL MUTTAQIN, bersama perwakilan APH saat meresmikan SPPG Sumber Jambe

KABAR RAKYAT, JEMBER — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumber Jambe, Jember menggelar kegiatan trial atau uji coba operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program layanan gizi bagi masyarakat, Senin (16/2/2026). 

Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan relawan sekaligus memastikan standar operasional dapur berjalan sesuai ketentuan.

Kepala SPPG Sumber Jambe, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa trial difokuskan pada kemampuan relawan beradaptasi dengan sistem kerja delapan jam serta penggunaan peralatan dapur sesuai standar Badan Gizi Nasional. 

"Melalui uji coba ini, relawan mempelajari tata cara penggunaan berbagai peralatan, seperti steamer dan perlengkapan dapur lainnya, sekaligus membiasakan diri dengan aturan kerja profesional, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD)," ungkap pria yang akrab disapa Alung.

Menurutnya, proses adaptasi ini penting, terutama bagi relawan yang sebelumnya terbiasa memasak tanpa standar perlindungan kerja. 

"Trial ini kami harapkan mampu meningkatkan kesiapan sumber daya manusia sebelum operasional penuh dimulai," harapnya.

Program MBG di wilayah tersebut mencakup 2.224 penerima manfaat dari empat desa, dengan sekitar 1.200 penerima berasal dari Desa Sumber Jambe. Sistem yang diterapkan bersifat mandiri tanpa mengambil alih penerima dari dapur lain, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan yayasan atau lembaga lain.

"Saat ini, program melibatkan 17 lembaga dan delapan posyandu. Kelompok penerima manfaat kategori B3 meliputi ibu hamil dan ibu menyusui. Sementara itu, balita belum dimasukkan sebagai penerima karena masih menunggu izin dari Kepala BKKBN Kecamatan guna menghindari potensi duplikasi data dengan anak-anak yang telah terdaftar di PAUD," jelasnya.

Pihak pengelola dapur juga membuka ruang bagi kritik dan masukan dari penerima manfaat. Jika terjadi keluhan terkait kualitas makanan, laporan dapat disampaikan melalui penanggung jawab atau PIC untuk diteruskan kepada asisten lapangan, pengelola dapur, dan mitra terkait. Setiap aduan akan ditindaklanjuti secara berjenjang.

"Apabila ditemukan kesalahan dalam layanan, pengelola menyatakan siap bertanggung jawab melalui perbaikan sistem produksi atau penggantian menu," tegasnya. 

Operasional program direncanakan mulai 23 Februari dan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional, menu selama Ramadan akan didominasi makanan kering, dengan agenda khusus berupa kegiatan buka bersama yang menyajikan makanan basah.

Untuk kasus khusus, seperti penerima dengan alergi makanan, dapur akan menyiapkan menu pengganti sesuai kebutuhan. Sementara bagi penerima yang menolak makanan, pihak dapur tetap menghormati keputusan tersebut sambil memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang.

Salah satu warga Sumber Jambe, Endang Hartiningsih, menilai kegiatan trial berjalan lancar dan makanan yang disajikan memiliki cita rasa baik. Ia menyambut positif program bantuan makanan bergizi karena dinilai membantu ibu hamil dan ibu menyusui dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.

"Saya berharap program tersebut dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan ibu dan anak di Desa Sumber Jambe. Saya juga siap menyampaikan masukan secara langsung apabila di kemudian hari ditemukan kendala dalam pelaksanaan program," pungkas wanita yang akrab disapa Bu Een.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow