BI Jember Dorong Batik Situbondo Naik Kelas Ekspor
BI Jember menyebut batik Situbondo berpotensi menembus pasar ekspor. Lewat kolaborasi dan fasilitasi peningkatan kualitas, UMKM batik didorong naik kelas meski belum ada data rinci nilai ekspor.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menyebut batik Situbondo memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar ekspor. Meski demikian, BI belum membeberkan secara rinci angka nilai ekspor batik dari daerah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Achmad, saat menghadiri Road to Selarkijang Creative Fest 2026 Talk Show Pengembangan dan Gelar Produk Batik Situbondo di Aula Lantai II Pemkab Situbondo, Rabu (12/2/2026).
“Kalau kami melihat, potensinya cukup besar untuk dikembangkan. Apalagi saat ini permintaan batik terus meningkat. Harapannya, apabila batik Situbondo terus kita kembangkan, akan semakin maju,” ujar Achmad.
Menurut dia, BI Jember mendorong kolaborasi penguatan UMKM batik melalui fasilitasi peningkatan kualitas produk hingga standarisasi ekspor. Upaya itu selaras dengan misi pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Kegiatan ini kita kolaborasikan untuk mendukung UMKM Situbondo, terutama di bidang batik, agar naik kelas sesuai misi Bupati,” paparnya.
Dalam pameran produk UMKM batik tersebut, BI Jember menghadirkan sejumlah pemateri untuk meningkatkan kapasitas perajin, baik dari sisi desain, motif, maupun kualitas produksi. Di antaranya desainer Hisyam Syamsi, perwakilan Kutu Batik Sekar Jagat Blambangan Banyuwangi, serta Batik Joko Tole Madura.
Meski optimistis terhadap peluang ekspor, Achmad mengaku belum dapat menyampaikan data konkret nilai ekspor batik Situbondo. “Kalau ditanya angka, harus baca dulu. Untuk angka pastinya saya tidak menghafalkan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Situbondo, Andi Jaka Setiawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan BI Jember terhadap pengembangan batik daerah.
“Terima kasih kepada Kantor Perwakilan BI Jember yang telah memfasilitasi dan mendukung para pembatik di Situbondo demi mewujudkan UMKM naik kelas sesuai misi Bupati Situbondo,” ujar Jaka.
Penguatan sektor batik dinilai menjadi salah satu strategi mendorong daya saing UMKM Situbondo di pasar nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Penulis : Khairul
What's Your Reaction?