Sering Terkendala Bahasa, RSD Kalisat Jember Ciptakan Kamus Medis Madura-Indonesia

Jan 27, 2026 - 15:13
 0
Sering Terkendala Bahasa, RSD Kalisat Jember Ciptakan Kamus Medis Madura-Indonesia
Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahningtyas saat menunjukan Kamus Medis Madura (Kamera) di salah satu ruang pelayanan kesahatan di RSD Kalisat, Selasa siang (27/1/26).

KABAR RAKYAT, JEMBER - Tingkatkan pelayanan medis, Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Kabupaten Jember kembangkan kamus medis berbahasa Madura (Kamera).

Upaya ini sebagai terobosan untuk mengatasi kendala bahasa antara tenaga kesehatan dengan pasien yang seringkali menggunakan istilah istilah berbahasa Madura dalam mendiskripsikan keluhan penyakit yang dideritanya.

Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahningtyas mengungkapkan mayoritas pasien di Rumah Sakit tersebut berasal dari Kecamatan Kalisat, Ledokombo, Jelbuk, Mayang, Sukowono, Silo, dan Sumberjambe. Sebasaran pasien-pasien diwilayah itu kebanyakan bertutur dengan bahasa Madura.

“Pasien yang berobat di RSD kami rata rata berbahasa Madura. Sedangkan tidak semua tenaga kesahatan yang ada menguasai diksi diksi dalam bahasa Madura,” papar Nurullah saat ditemui di RSD Kalisat, Selasa (27/1/26).

Dari kendala komunikasi yang ada, lewat  dr. Akbar yang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di RSD Kalisat, tercetus lah ide menyusun kamus medis berbasaha Madura.

Keluhan-keluhan penyakit yang seringkali disampaikan dalam bahasa Madura oleh pasien, mulai diinfentarisir dan diartikan ke Bahasa Indonesia.

Seperti “Nyo-Ngerenyo” yang artinya linu-linu, “Gherre" yang memiliki arti kaku, dan istilah istilah keluhan sakit lainnya dalam bahasa Madura semuanya dipadankan ke Bahasa Indonesia.

Agar istilah istilah yang telah diartikan tersebut diketahui seluruh tenaga kesehatan, pihak RS mencetak kamus medis Madura di media “standing banner” dan di letakan di ruang-ruang pelayanan kesehatan.

Menurut Nurullah fasilitas yang ada di RSD Kalisat sudah cukup mumpuni mulai fasilitas fisik hingga tenaga kesahatan yang ada. Namun perbedaan bahasa acapkali menjadi kendala komunikasi antara dokter, petugas medis, dengan pasien.

“Lewat terobosan Kamera, Alhamdulillah kendala bahasa yang terjadi selama ini bisa teratasi. Jadi meski tenaga kesehatan tidak mengerti bahasa Madura, cukup lihat kamus medis Madura tetap bisa memberikan pelayanan secara tepat dan maksimal,” tegasnya.

Nurullah melanjutkan untuk meningkatkan layanan pihaknya berkomitmen terus melahirkan inovasi. Khususnya untuk memberikan pelayanan kesahatan yang merata. Seperti halnya program pemerataan akses pelayanan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) yang telah digagas oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

“Akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, jadi sesuai dengan program Gus Bupati (Bupati Jember) di era Jember Baru Jember Maju. Kamus medis Madura jadi salah satu ikhtiar kami mewujudkan pelayanan kesehatan di RSD Kalisat  menjangkau seluruh masyarakat,” pungkas Nurullah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow