Tekan Banjir Perkotaan, Camat Situbondo Instruksikan Bank Sampah Aktif
Camat Situbondo menginstruksikan seluruh desa dan kelurahan membentuk bank sampah untuk menekan banjir perkotaan dan meningkatkan nilai ekonomi sampah. Warga kini bisa memilah dan menjual sampah rumah tangga dengan sistem penjemputan dan pembayaran langsung.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Guna menekan dampak sampah yang tidak terkelola dengan baik sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan, Camat Situbondo menginstruksikan seluruh desa dan kelurahan memiliki tempat pengumpulan sampah berupa bank sampah.
Instruksi tersebut ditegaskan Camat Situbondo dalam agenda sosialisasi pemanfaatan dan pengelolaan sampah terintegrasi yang digelar di Kecamatan Situbondo, Senin (19/1/2026).
Camat Situbondo, Rozi, mengungkapkan pihaknya telah memulai langkah konkret dengan menggerakkan para ketua RT untuk membentuk bank sampah di lingkungannya masing-masing.
“Minggu kemarin saya kumpulkan sekitar 30 ibu RT. Saat ini sudah ada 15 RT di masing-masing desa dan kelurahan yang memiliki bank sampah, bahkan minggu kemarin sudah membuka rekening,” ujar Rozi saat dikonfirmasi.
Menurut Rozi, saat ini terdapat tujuh unit kerja yang siap menampung hasil penjualan sampah warga. Unit-unit tersebut tersebar di seluruh desa dan kelurahan untuk memudahkan masyarakat mengelola sampah, khususnya sampah dapur.
Langkah ini, kata dia, selaras dengan program Pemerintah Kecamatan Situbondo menuju Kecamatan Bersih dan Lestari (Berseri), sekaligus mendorong kesadaran warga bahwa sampah tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Kalau tidak dikelola, sampah ini jadi penyebab banjir. Tapi kalau dipilah, justru bisa bernilai rupiah,” jelasnya.
Untuk mengoptimalkan program tersebut, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan para ibu RT guna mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga serta keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing.
“Itu bikin banjir, mas. Makanya saya ngoyo betul soal sampah. Kemarin waktu Dinas PUPP normalisasi sungai, isinya sampah rumah tangga semua,” tegas Rozi.
Ia menambahkan, mulai saat ini pemerintah kecamatan telah menerapkan sistem pemilahan sampah dan siap menampung sampah plastik yang dijual warga tanpa batas jumlah.
“Nanti setiap bank sampah yang aktif akan ada tim yang menjemput. Pembayarannya juga langsung,” terangnya.
Sementara itu, Ketua RT 04 RW 01 Karang Asem, Kelurahan Patokan, Fatmawati, menyatakan pihaknya siap mengintensifkan sosialisasi pengelolaan sampah bernilai ekonomi kepada warga.
“Kami akan menyampaikan saat pengajian dan pertemuan RT/RW bagaimana mengelola sampah yang awalnya tidak berguna, tapi bisa menghasilkan uang, bahkan jadi pupuk tanaman,” ungkapnya.
Di sisi lain, Purwanto, salah satu warga pemerhati lingkungan, mengaku siap mengambil dan membeli berbagai jenis sampah dari masyarakat perkotaan karena memiliki nilai daur ulang.
“Ada sekitar 90 jenis sampah yang bisa didaur ulang dan ditukar dengan uang. Saya siap membeli sekaligus mensosialisasikan ke warga jenis sampah apa saja yang bernilai,” paparnya.
Penulis: Khairul
What's Your Reaction?