Usai Rotasi Pejabat, Bupati Situbondo Sowan Ulama Minta Wejangan Kepemimpinan
Bupati Situbondo Rio Prayogo bersama Wakil Bupati mengajak pejabat sowan kepada para ulama pasca rotasi jabatan. Dalam pertemuan tersebut, ulama menekankan bahwa jabatan bukan kenikmatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Pasca melakukan rotasi dan pergeseran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Bupati Situbondo Rio Prayogo bersama Wakil Bupati Ulfiyah menggelar agenda sowan kepada para ulama.
Agenda tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus meminta doa restu dan wejangan dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan.
Tidak hanya soal kepemimpinan, dialog dengan para ulama juga membahas isu strategis daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, hingga upaya mengangkat perekonomian rakyat Situbondo.
Bupati Situbondo Rio Prayogo menegaskan, sowan kepada ulama menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan tokoh agama.
Menurutnya, doa dan nasihat ulama diyakini mampu membuka ruang kebersamaan untuk membangun Situbondo secara kolektif.
“Bersama Ibu Wakil Bupati, kami sowan kepada para pengasuh pondok pesantren untuk memohon doa restu sekaligus wejangan,” ujar Rio Prayogo, Sabtu (17/1/2026).
Ia menyebut, kunjungan pertama dilakukan ke Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, KHR. Mohammad Kholil As’ad.
Selain itu, rombongan juga sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, KH. Zuhri Zaini.
“Selanjutnya, kami juga berencana sowan ke KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo,” ungkapnya.
Bupati Rio menilai, sowan kepada ulama menjadi indikator penting dalam membangun kekuatan bersama untuk kemajuan daerah.
Ia menegaskan, pembangunan Situbondo tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
“Fondasi membangun Situbondo bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh stakeholder,” kata Rio.
Menurutnya, tokoh agama merupakan salah satu stakeholder paling berpengaruh dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat.
“Ulama adalah tokoh yang sangat dicintai masyarakat Situbondo, sehingga perannya sangat strategis,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati mengaku banyak berdiskusi dan bertukar pikiran terkait konsep pembangunan berbasis kebersamaan.
Ia juga menerima arahan langsung dari KH. Zuhri Zaini terkait penguatan ekonomi umat, pengembangan UMKM, serta pengentasan kemiskinan.
Arahan tersebut, menurut Bupati, menjadi bekal penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.
Tidak hanya itu, pesan mendalam juga disampaikan oleh KHR. Mohammad Kholil As’ad terkait makna jabatan dan kepemimpinan.
“Kami mendapat pesan kebijaksanaan dari beliau, bahwa jabatan bukanlah kenikmatan,” ujar Rio menirukan nasihat ulama.
Menurutnya, jabatan sejatinya adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kalau amanah itu dijalankan dengan baik, insyaallah akan menjadi kenikmatan,” lanjutnya.
Pesan tersebut dinilai menjadi pengingat penting bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo.
Bupati menegaskan, wejangan ulama tersebut akan menjadi pegangan moral dalam menjalankan pemerintahan.
Ke depan, Rio Prayogo berencana mengajak sejumlah pejabat utama di Pemkab Situbondo untuk turut serta dalam agenda sowan kepada para ulama.
Agenda tersebut akan dilakukan secara bertahap ke seluruh pengasuh pondok pesantren di Situbondo.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah dan ulama, pelayanan kepada masyarakat dapat semakin ditingkatkan.
“Harapannya, kita semua bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Situbondo,” pungkas Bupati.
Penulis: Khairul
What's Your Reaction?