Transparansi Anggaran Menu Kering MBG Ramadhan di Bondowoso, SPPG Mangli Jelaskan Detail AKG
SPPG Mangli Kecamatan Pujer buka suara terkait polemik anggaran paket menu kering MBG selama Ramadhan. Pengawas Pengadaan Bahan Pangan Devani Nindia Putri memaparkan rincian Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan biaya per item guna memastikan transparansi pelayanan kepada masyarakat.
KABAR RAKYAT,BONDOWOSO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso membuka suara terkait polemik anggaran paket menu kering MBG selama Ramadhan yang dinilai banyak masyarakat salah paham tentang jumalah per porsi dianggap Rp.15 rubu.
Pengawas Pengadaan Bahan Pangan (Akuntan) SPPG Mangli Devani Nindia Putri menjelaskan rincian Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan biaya per item guna memastikan transparansi pelayanan dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Ramainya perbincangan masyarakat terkait paket menu kering MBG selama bulan Ramadhan 2026 ini mendapat tanggapan serius dari SPPG Mangli, Kecamatan Pujer.
Devani Nindia Putri, menyampaikan klarifikasi terkait besaran biaya yang beredar di tengah masyarakat yang dianggap per porsi Rp.15 rubu.
Ia menegaskan, informasi yang menyebut angka Rp15 ribu per paket tidak sepenuhnya tepat.
“Mohon izin menindaklanjuti pemberitaan yang sedang ramai di kalangan masyarakat terkait paket menu kering MBG pada bulan Ramadhan ini,” ujar Devani dalam keterangannya pada media, Selasa (24/02/2026).
Menurut dia, pihaknya mendapat arahan untuk menyampaikan secara terbuka detail Angka Kecukupan Gizi (AKG) beserta harga per item dalam setiap paket.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi pelayanan program MBG kepada masyarakat.
Devani menjelaskan, selama ini angka Rp15 ribu per paket yang diketahui publik bukanlah nilai riil yang diterima seluruh jenjang penerima manfaat. Besaran anggaran berbeda sesuai kategori peserta didik.
Untuk anak PAUD, TK, balita, serta siswa SD kelas 1 hingga 3, anggaran berada di kisaran Rp8 ribu per paket.
Sementara untuk siswa SD kelas 4 hingga 6, SMP, dan SMA, anggaran berkisar Rp10 ribu per paket.
Dia menambahkan, apabila dalam pelaksanaan terdapat realisasi anggaran yang tidak mencapai Rp8 ribu atau Rp10 ribu, maka sisa dana tersebut tidak hangus. Anggaran akan digunakan untuk subsidi di hari berikutnya karena sistem yang diterapkan bersifat at cost.
“Ketika kisaran anggaran tersebut tidak sampai Rp8 ribu atau Rp10 ribu, anggaran akan digunakan di hari selanjutnya karena anggaran tersebut bersifat at cost,” jelasnya.
Lebih lanjut, Akutan SPPG Mangli mengatakan, pihaknya berkomitmen melakukan pembaruan informasi menu harian. Setiap menu akan disertai keterangan nilai AKG serta rincian harga per item guna memudahkan masyarakat melakukan pengawasan.
Langkah ini, kata Devani, merupakan bagian dari upaya perbaikan pelayanan. Pihaknya membuka ruang bagi saran, kritik, maupun masukan dari wali murid dan masyarakat luas agar disampaikan langsung pada SPPGnya.
“Kami masih terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan sehingga kami tetap membutuhkan saran, kritik, dan masukan Bapak/Ibu,” ungkapnya.
Dia juga meminta dukungan pihak sekolah untuk membantu menyampaikan informasi tersebut kepada wali murid.
Sosialisasi dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait anggaran pelayanan paket MBG bagi para penerima manfaat.
Menurut Devani, SPPG Mangli sebelumnya telah turun langsung ke sekolah dan menggelar rapat koordinasi. Namun, penyampaian ulang dinilai perlu agar transparansi pelayanan paket MBG benar-benar dipahami masyarakat.
Dengan keterbukaan rincian AKG dan biaya per item ini, SPPG Mangli berharap polemik yang berkembang dapat diluruskan. Program MBG diharapkan tetap berjalan optimal selama Ramadhan dengan dukungan penuh dari masyarakat dan sekolah.
What's Your Reaction?