SDN Randulima Gelar PAKAR, Cetak Siswa Kreatif dan Berjiwa Entrepreneurship, Kadispendik Bondowoso Berikan Apresiasi

SDN Randulima, Kecamatan Pujer, Bondowoso menggelar Pekan Kreasi Seni dan Bazar (PAKAR) sebagai wadah pengembangan bakat seni, pendidikan karakter, serta jiwa kewirausahaan siswa. Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso.

May 30, 2026 - 15:32
May 30, 2026 - 15:51
 0
SDN Randulima Gelar PAKAR, Cetak Siswa Kreatif dan Berjiwa Entrepreneurship, Kadispendik Bondowoso Berikan Apresiasi

BONDOWOSO – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Randulima, Desa Randu Cangkring, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso menggelar Pekan Kreasi Seni dan Bazar (PAKAR) sebagai upaya mengembangkan bakat, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung meriah di halaman sekolah tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, beserta Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan Bondowoso.

PAKAR tahun ini juga diramaikan sekitar 150 peserta lomba mewarnai dan sekitar 50 peserta lomba menyanyi solo dari siswa-siswi TK se-Kecamatan Pujer.

Ketua Panitia PAKAR, Muhammad Nur Kholil, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat.

"SDN Randulima sejak awal berkomitmen agar anak-anak didik kami sukses dunia dan akhirat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi dan kreativitas siswa," ujarnya.

Menurut Kholil, kegiatan PAKAR terdiri dari tiga agenda utama, yakni penampilan kreasi seni siswa, bazar kewirausahaan, serta lomba mewarnai dan menyanyi solo tingkat TK.

Pada sesi kreasi seni, para siswa menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari dan menyanyi yang menjadi wadah ekspresi sekaligus pengembangan bakat mereka.

Sementara itu, bazar yang digelar sepenuhnya melibatkan siswa dengan pendampingan paguyuban wali murid.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar menjual produk, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pembeli dan memahami dasar-dasar dunia usaha.

"Tujuan bazar ini untuk melatih jiwa entrepreneurship anak-anak sejak dini. Yang berjualan adalah siswa sendiri sehingga mereka belajar mengenal dunia usaha," jelasnya.

Untuk menjaga keterjangkauan, seluruh produk yang dijual dibatasi dengan harga maksimal Rp5.000 per item.

Selain membangun jiwa kewirausahaan, bazar juga dirancang sebagai sarana melatih keberanian dan kepercayaan diri siswa.

Menurut Kholil, interaksi langsung dengan pembeli dari berbagai kalangan menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dalam membentuk mental yang lebih kuat.

"Yang membeli bukan hanya teman-temannya, tetapi juga siswa TK dan para wali murid. Dari interaksi itu, mental anak-anak akan terbentuk menjadi lebih percaya diri," katanya.

Agenda ketiga berupa lomba mewarnai dan lomba menyanyi solo tingkat TK se-Kecamatan Pujer yang menjadi ajang pencarian bibit-bibit berbakat sejak usia dini.

Panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dan sertifikat bagi para juara, mulai juara satu hingga harapan tiga.

Menariknya, peserta yang nantinya melanjutkan pendidikan di SDN Randulima akan mendapatkan pembinaan khusus sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki.

"Kami ingin mencari bibit-bibit berbakat sejak dini. Jika para juara bergabung dengan sekolah kami, akan ada pembinaan dan pendampingan khusus yang berkelanjutan sesuai bakat mereka," ungkap Kholil.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Bondowoso dan Bank Jatim Cabang Bondowoso.

Dukungan tersebut, kata dia, menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus menghadirkan program yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan karakter peserta didik.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Support dari Dinas Pendidikan maupun Bank Jatim menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan siswa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pekan Kreasi Seni dan Bazar yang dinilainya memiliki nilai edukatif dan karakter yang kuat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk generasi bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mencintai budaya Indonesia.

Hal itu terlihat dari beragam penampilan seni yang ditampilkan siswa, termasuk seni budaya Aceh dan Melayu yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

"Kegiatan semacam ini harus terus digalakkan karena memiliki peran besar dalam mendidik dan membentuk karakter calon generasi penerus bangsa," tegasnya.

Taufan menilai PAKAR menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan yang mereka miliki.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberi kesempatan menunjukkan bakat dan prestasi yang kelak dapat membanggakan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun daerah.

Ia juga mengapresiasi inovasi SDN Randulima yang mampu menghadirkan kegiatan positif dan edukatif bagi peserta didik.

Menurutnya, Pekan Kreasi Seni dan Bazar merupakan sarana efektif untuk mendorong siswa berkarya, berinovasi, dan menampilkan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat.

"Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan meraih prestasi," katanya.

Di akhir sambutannya, Taufan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

"Terima kasih atas perhatian dan partisipasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Selamat menikmati seluruh rangkaian acara Pekan Kreasi Seni dan Bazar SDN Randulima," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow