Bupati Bondowoso: Budaya Lokal Benteng Terkuat Generasi Muda Hadapi Arus Globalisasi

Jun 18, 2026 - 15:11
Jun 18, 2026 - 15:13
 0
Bupati Bondowoso: Budaya Lokal Benteng Terkuat Generasi Muda Hadapi Arus Globalisasi
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat memberikan sambutan

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengingatkan ancaman terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini bukan hanya derasnya perkembangan teknologi, tetapi juga memudarnya identitas budaya akibat arus globalisasi yang semakin sulit dibendung.

 Pesan itu disampaikan saat membuka Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis", sebuah pertunjukan seni yang tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi ruang edukasi untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

 Menurut Abdul Hamid, derasnya pengaruh budaya luar tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Karena itu, penguatan karakter berbasis kearifan lokal harus menjadi agenda bersama.

 "Penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis demi menjaga masa depan bangsa," tegasnya.

 Ia menilai budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi penting dalam membangun karakter generasi penerus. Tanpa penguatan identitas budaya, generasi muda dikhawatirkan akan kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

 Dalam kesempatan itu, Abdul Hamid memberikan apresiasi kepada Teater Gas Bondowoso yang menggagas program pembelajaran budaya "Ini Budi". Program tersebut dinilai berhasil menghadirkan pendekatan edukatif melalui seni sehingga nilai-nilai kebajikan, keindahan, dan budaya dapat dipahami anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

 Melalui pementasan Amarta Dewi Rengganis, masyarakat diajak kembali mengenal legenda yang telah lama menjadi bagian dari khazanah budaya Bondowoso. Kisah tersebut dikemas melalui perpaduan teater, tari, dan musik sehingga lebih mudah diterima generasi muda.

 Menurut Bupati, cerita Dewi Rengganis bukan hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mengandung pesan moral tentang keberanian, keteladanan, kecintaan terhadap tanah kelahiran, serta semangat menjaga persatuan.

 Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti sebatas seremoni atau pertunjukan sesaat. Budaya harus terus hidup melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

 Karena itu, Abdul Hamid mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, dunia pendidikan, hingga masyarakat yang bersama-sama menjaga keberlangsungan warisan budaya Bondowoso. Ia juga memberikan penghargaan kepada komunitas Ngampar Lamak yang turut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi kunci agar budaya lokal tidak sekadar dikenang, tetapi tetap berkembang dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.

 Menutup sambutannya, Abdul Hamid mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan melalui semangat "Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa." Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan dalam kisah Dewi Rengganis dapat menginspirasi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya, sekaligus memiliki kepedulian terhadap daerahnya.

 "Marilah kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi tumbuhnya generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus luhur secara kultural," pungkasnya

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow