Pedagang Pisang Lokal Rasakan Dampak Ekonomi Adanya SPPG Bondowoso Pujer Mangli
Keberadaan SPPG Bondowoso Pujer Mangli membawa dampak positif bagi distributor buah lokal. Ahmad Rizal Fauzi mengaku pendapatannya meningkat hingga Rp3 juta per bulan sejak menjadi pemasok pisang untuk SPPG.
BONDOWOSO – Keberadaan SPPG Bondowoso Pujer Mangli membawa dampak positif terhadap pelaku usaha buah lokal.
Salah satunya dirasakan langsung oleh Ahmad Rizal Fauzi, distributor pisang asal Desa Mangli, Kecamatan Pujer yang kini mengalami peningkatan pendapatan sejak bermitra dengan SPPG.
Rizal mengaku telah menjadi distributor pisang untuk SPPG Bondowoso Pujer Mangli selama sekitar enam hingga tujuh bulan terakhir.
Selama itu pula, permintaan pisang terus meningkat dibanding sebelumnya.
Menurut Rizal, sebelum hadirnya SPPG dirinya lebih banyak menjual berbagai jenis buah seperti salak, melon, hingga semangka ke sejumlah tempat berbeda. Namun kini ia lebih fokus mendistribusikan pisang karena kebutuhan pasar lebih besar.
“Setelah ada SPPG ini permintaan pisang lebih meningkat, jadi saya fokus ke pisang saja,” ujar Rizal saat diwawancarai lewat sambungan telepon, Selasa (12/05/2026).
Dia mengatakan rata-rata distribusi pisang ke SPPG Mangli mencapai sekitar 2.750 buah dalam sekali pengiriman. Jumlah tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan menu yang disiapkan pihak SPPG.
Meski demikian, frekuensi pengiriman tidak dilakukan secara tetap setiap hari. Rizal menyebut pengiriman sangat bergantung pada menu makanan yang dibutuhkan.
“Kalau pengiriman tidak tentu, tergantung menu yang diminta dari sana,” katanya.
Rizal menjelaskan keberadaan SPPG membuat proses distribusi buah menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya. Selain itu, jalur pemasaran juga dinilai lebih jelas dan membantu pedagang lokal memperoleh kepastian pasar.
Pisang yang didistribusikan ke SPPG Mangli berasal dari berbagai daerah, mulai Banyuwangi, Jember, Sukowono hingga petani lokal di sekitar Kecamatan Pujer.
Menurutnya, pihak SPPG juga memberikan pembinaan kepada distributor terkait standar kualitas buah yang harus dipenuhi sebelum dikirim.
Rizal mengaku harus melakukan sortir terhadap pisang yang akan didistribusikan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pihak SPPG.
“Dari sana ada pembinaan juga soal kualitas pisang, jadi kami sortir dulu sebelum dikirim,” jelasnya.
Selain mendistribusikan pisang, Rizal sebelumnya sempat memasok buah lain ke SPPG. Namun agar lebih efisien dan tidak membingungkan dalam proses distribusi, ia kini memilih fokus pada satu komoditas utama.
Ia menilai kerja sama dengan SPPG memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang buah lokal di wilayah Mangli dan sekitarnya.
Rizal bahkan mengaku pendapatannya mengalami peningkatan setelah adanya program MBG dan kerja sama distribusi dengan SPPG.
“Kalau dulu pendapatan dari warung kadang Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Setelah ada MBG ini per bulan insya Allah bisa sampai Rp3 juta kalau sortiran pisangnya tidak banyak,” ungkapnya.
Sebagai warga asli Pujer Mangli, Rizal berharap ke depan ada pesanan rutin mingguan dari SPPG agar pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal semakin berkembang dan memberikan kepastian usaha bagi para distributor buah di daerahnya.
What's Your Reaction?