SPPG Padasan Bondowoso Ciptakan Lapangan Kerja, Pemuda Desa Kini Punya Pendapatan Tetap
SPPG Padasan Pujer Bondowoso membuka lapangan kerja bagi puluhan pemuda dan ibu rumah tangga desa melalui program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 51 relawan kini memiliki pekerjaan dan pendapatan tetap setiap bulan.
BONDOWOSO – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padasan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, membawa dampak besar bagi kehidupan pemuda, remaja hingga ibu rumah tangga di desa setempat.
Di bawah naungan Yayasan Rohman Baitul Makmur, SPPG Padasan kini menjadi salah satu pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Program pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan yayasan tersebut tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Sedikitnya sebanyak 51 relawan dilibatkan aktif dalam berbagai pelayanan program MBG setiap harinya.
Mayoritas relawan berasal dari kalangan pemuda dan remaja desa yang sebelumnya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Kini para relawan telah memiliki pekerjaan yang lebih jelas dengan pendapatan tetap setiap bulan.
Keberadaan SPPG Padasan juga dinilai mampu menekan angka perantauan tenaga kerja muda ke luar daerah.
Sebelumnya, banyak pemuda desa memilih meninggalkan kampung halaman demi mencari pekerjaan di kota besar hingga luar negeri.
Salah satu relawan, Subairi atau yang akrab disapa Alex Suber, mengaku sangat merasakan manfaat hadirnya SPPG Padasan bagi kehidupan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda.
“Dulu kami sebelum ada SPPG ini kerjanya serabutan, tidak setiap hari dan kadang jauh. Bahkan ada yang keluar kota,” ujar Subairi saat ditemui di lokasi pelayanan MBG, Senin (11/05/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pemuda desa kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak dan berkelanjutan. Tidak sedikit pula yang harus meninggalkan keluarga demi mencari penghasilan di luar daerah.
Namun setelah SPPG Padasan mulai beroperasi, lanjut Subairi, kondisi ekonomi pemuda desa perlahan mulai berubah. Mereka kini memiliki aktivitas kerja yang jelas sekaligus kesempatan berkembang di kampung sendiri.
“Dengan adanya SPPG Padasan, pemuda dan remaja desa sudah terberdayakan dan mempunyai pekerjaan tetap dengan pendapatan tetap,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Yayasan Rohman Baitul Makmur beserta seluruh mitra yang telah memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat desa melalui program MBG tersebut.
“Kami sebagai bagian dari program MBG yang terlibat sebagai tim pelayanan mengucapkan banyak terima kasih pada yayasan dan mitra SPPG Padasan, karena kami telah terberdayakan,” katanya.
Subairi menegaskan, seluruh relawan yang tergabung dalam pelayanan MBG memiliki komitmen untuk terus bekerja maksimal demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat penerima manfaat program tersebut.
Keberadaan SPPG Padasan kini tidak hanya menjadi pusat pelayanan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat desa. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan lokal mampu menciptakan lapangan kerja nyata sekaligus menjaga generasi muda tetap produktif di daerahnya sendiri.
Jumlah relawan yang terlibat dalam operasional pelayanan MBG mencapai 51 orang.
Para relawan tersebut bertugas di berbagai bidang pelayanan mulai dari persiapan, pengolahan makanan, pemorsian hingga distribusi atau pengiriman makanan.
Sebanyak 75 persen relawan yang dilibatkan merupakan warga desa setempat.
Keberadaan SPPG Padasan dinilai telah membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, baik kalangan pemuda maupun ibu rumah tangga.
Para relawan rata-rata memperoleh upah sebesar Rp100 ribu per hari yang dibayarkan setiap dua minggu sekali dengan nominal sekitar Rp1,2 juta per relawan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 2.535 paket makanan disalurkan kepada siswa dan guru di 20 lembaga pendidikan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan Makan Bergizi Gratis di SPPG Padasan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
What's Your Reaction?