Infrastruktur Bersejarah, Jembatan Mrawan Jadi Landmark Perkeretaapian Daop 9 Jember
Jembatan Mrawan, jembatan kereta api terpanjang di wilayah Daop 9 Jember merupakan salah satu aset infrastruktur bersejarah yang hingga kini masih berfungsi dengan baik dan menjadi bagian penting dalam konektivitas kereta api di wilayah timur Pulau Jawa
KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Indonesia memiliki banyak jembatan kereta api bersejarah yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai jalur perjalanan kereta api jarak menengah maupun jarak jauh. Salah satu yang menjadi ikon perkeretaapian di wilayah PT KAI (Persero) Daop 9 Jember adalah Jembatan Mrawan, jembatan kereta api terpanjang di wilayah Daop 9 Jember yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Keunikan Jembatan Mrawan tidak hanya terletak pada panjang dan sejarahnya, tetapi juga pada posisinya yang diapit oleh 2 (dua) terowongan legendaris, yakni Terowongan Mrawan dan Terowongan Garahan. Berbeda dengan kebanyakan jembatan kereta api yang membentang di atas sungai, di bawah Jembatan Mrawan terdapat permukiman warga, fasilitas pendidikan, hingga industri pengolahan kopi dan karet milik PT Perkebunan Nusantara XII.
Kondisi tersebut menjadikan Jembatan Mrawan memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari jembatan kereta api lainnya sehingga memberi daya tarik tersendiri bagi para pecinta kereta api dan juga seni fotografi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa Jembatan Mrawan merupakan salah satu aset infrastruktur bersejarah yang hingga kini masih berfungsi dengan baik dan menjadi bagian penting dalam konektivitas kereta api di wilayah timur Pulau Jawa.
"Jembatan Mrawan merupakan jembatan kereta api terpanjang di wilayah Daop 9 Jember dengan panjang mencapai 178 meter dan ketinggian sekitar 60 meter. Jembatan ini dibangun pada tahun 1901 hingga 1902 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, _Staatsspoorwegen_ (SS) bersamaan dengan pembangunan Terowongan Mrawan dan Terowongan Gumitir. Hingga saat ini, jembatan tersebut tetap menjadi jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi," ujar Cahyo.
Di balik kokohnya Jembatan Mrawan yang telah beroperasi lebih dari satu abad KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk menjaga keandalan dan keselamatan operasional secara rutin dengan melakukan perawatan dan inspeksi terhadap Jembatan Mrawan.
Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi struktur jembatan, rel, bantalan, sambungan, serta komponen pendukung lainnya yang dilakukan oleh petugas teknis prasarana sesuai standar pemeliharaan yang berlaku.
Melalui perawatan berkala dan pemantauan secara berkelanjutan, KAI memastikan Jembatan Mrawan tetap dalam kondisi andal, aman, dan siap mendukung kelancaran perjalanan kereta api.
Selain nilai historis dan fungsi operasionalnya, Jembatan Mrawan juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Bagi pelanggan kereta api yang melintas pada pagi hingga sore hari, perjalanan akan dihiasi panorama hutan yang asri serta hamparan perkebunan kopi dan karet khas kawasan Gumitir.
Melalui keberadaan Jembatan Mrawan, KAI Daop 9 Jember terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur perkeretaapian guna mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api, sekaligus melestarikan warisan sejarah perkeretaapian Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini.***
What's Your Reaction?