Wamen Kesehatan Apresiasi Inovasi Gus Fawait, Homecare Jember Bakal Jadi Percontohan Nasional

Jul 24, 2026 - 13:39
Jul 24, 2026 - 14:35
 0
Wamen Kesehatan Apresiasi Inovasi Gus Fawait, Homecare Jember Bakal Jadi Percontohan Nasional
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, dalam acara Louncing Program Homecare di Kabupaten Jember

JEMBER – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi inovasi Bupati Jember Muhammad Fawait melalui Program Homecare bertajuk Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Tidak Mampu. Bahkan, jika terbukti efektif, Kementerian Kesehatan siap menjadikan program tersebut sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk diterapkan secara nasional.

Program Homecare yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait itu diresmikan bersama Wamenkes RI di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026). Peluncuran tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian, Anggota DPRD Jawa Timur Agung, jajaran OPD, camat, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Benyamin menyebut Program Homecare sebagai terobosan baru yang mampu menjawab persoalan akses layanan kesehatan, terutama di daerah dengan wilayah yang luas.

"Program Homecare ini adalah ide dari Bupati Jember. Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Kalau program ini berhasil, akan kami piloting terlebih dahulu dan menjadi bahan untuk diterapkan secara nasional," ujarnya.

Menurut Benyamin, konsep pelayanan kesehatan yang mendatangi pasien menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena faktor biaya maupun jarak. Bahkan, pemanfaatan kendaraan dinas pemerintah daerah untuk mengantar dan menjemput pasien dinilai sebagai inovasi yang belum pernah diterapkan di daerah lain.

Ia memastikan Kementerian Kesehatan akan mengundang Pemerintah Kabupaten Jember untuk memaparkan hasil pelaksanaan Program Homecare dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan skema dukungan pemerintah pusat sekaligus mempertimbangkan replikasi program di kabupaten lain, khususnya wilayah dengan cakupan geografis luas dan akses layanan kesehatan yang masih terbatas.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa Program Homecare lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya angka kemiskinan di Jember yang berdampak pada berbagai persoalan kesehatan, mulai dari stunting hingga tingginya angka kematian ibu dan bayi.

"Jember merupakan tanah kelahiran saya, tetapi hingga hari ini masih memiliki jumlah penduduk miskin yang sangat besar. Kemiskinan berdampak pada berbagai sektor, termasuk kesehatan, tingginya angka stunting, serta angka kematian ibu dan bayi," kata Fawait.

Ia menegaskan pelayanan kesehatan tidak boleh hanya dinikmati masyarakat yang mampu.

"Kalau keluarga yang kaya punya dokter keluarga atau dokter pribadi, maka keluarga miskin juga berhak memiliki dokter keluarga. Negara harus hadir, pemerintah harus hadir, dan kami akan berikhtiar sekuat mungkin," tegasnya.

Pada tahap awal, Program Homecare menyasar sekitar 25 ribu hingga 50 ribu kepala keluarga. Masyarakat dapat mengakses layanan melalui hotline WhatsApp Wadul Gus'e Center (JGC). Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan disiapkan untuk memberikan pelayanan kunjungan rumah tanpa mengurangi pelayanan di puskesmas.

Petugas akan memberikan pelayanan kesehatan dasar, menentukan kebutuhan konsultasi melalui telemedis dengan dokter umum maupun dokter spesialis, hingga merujuk pasien ke puskesmas atau rumah sakit apabila diperlukan.

Selain mengapresiasi Program Homecare, Benyamin juga menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat penanganan tuberkulosis (TB). Melalui penelusuran kasus secara masif, pemerintah berharap angka penularan TB di Jember dapat ditekan seiring penguatan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow