PWI Situbondo Resmi Dilantik, Diana Ajak Wartawan Junjung Etika Dan Akurasi Pemberitaan Berkualitas

Diana resmi dilantik sebagai Ketua PWI Kabupaten Situbondo oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim. Dalam pelantikan tersebut, PWI menegaskan komitmen menjaga profesionalisme, independensi, serta kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo juga mengajak insan pers bersinergi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Jul 25, 2026 - 15:02
 0
PWI Situbondo Resmi Dilantik, Diana Ajak Wartawan Junjung Etika Dan Akurasi Pemberitaan Berkualitas
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Ketua PWI Situbondo Diana, jajaran pengurus, serta tamu undangan berfoto bersama usai pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Situbondo periode 2026–2029 di Pendopo Aryo Situbondo, Jumat (24/7/2026) malam. Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat profesionalisme, independensi, dan kualitas jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

SITUBONDO – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Situbondo periode terbaru resmi dilantik di Pendopo Aryo Situbondo, Jumat (24/7/2026) malam. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, yang menandai dimulainya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Diana, jurnalis RRI.

Dalam sambutannya, Diana menegaskan tantangan profesi wartawan di era digital semakin kompleks seiring derasnya arus informasi yang beredar melalui berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut insan pers tetap berpegang teguh pada kode etik dan kaidah jurnalistik.

Ia mengatakan, PWI sebagai organisasi profesi memiliki tanggung jawab menjaga marwah jurnalistik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya wartawan agar mampu menghasilkan karya yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

"PWI ini organisasi profesi dan kita juga bertugas menjaga marwah jurnalistik dengan berpedoman terhadap kaidah-kaidah jurnalistik," ujar Diana.

Menurutnya, media sosial memang sering menjadi sumber awal munculnya informasi. Namun, informasi tersebut tidak bisa langsung dipublikasikan sebagai berita tanpa melalui proses verifikasi yang sesuai dengan prinsip jurnalistik.

"Itu memang awal informasi, namun kita sebagai jurnalis wajib menguji kebenarannya dengan cek dan ricek, melakukan konfirmasi secara detail. Itulah yang menjadi pedoman dalam menulis berita. Tidak bisa hanya berdasarkan obrolan lalu dijadikan berita," jelasnya.

Diana juga menegaskan independensi menjadi prinsip yang harus terus dijaga oleh setiap wartawan. Karena itu, PWI Situbondo berkomitmen menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas agar para anggotanya semakin memahami penerapan kode etik dan kaidah jurnalistik.

"PWI yang merupakan bagian dari ekosistem Dewan Pers ke depan akan mengajak seluruh wartawan belajar bersama agar produk jurnalistik yang dihasilkan semakin berkualitas dan sesuai aturan," katanya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasinya atas pelantikan kepengurusan baru PWI Situbondo. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah.

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus mendorong tumbuhnya iklim investasi di Kabupaten Situbondo.

"Mari bersama-sama. Keberadaan PWI sejalan dengan fokus kami untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui empat sektor unggulan, yakni perikanan, pertanian, peternakan, dan pariwisata, yang semuanya membutuhkan dukungan investasi," ujar Mas Rio.

Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, juga mengingatkan bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini bukan hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga bagaimana wartawan mampu menghadirkan berita yang akurat, bernilai, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pers harus mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat tanpa mengabaikan prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan.

"Kalau terlalu lama menyampaikan informasi, ketertarikan masyarakat akan berkurang. Yang perlu diingat, lawan kita bukan sesama media, tetapi waktu," tegas Lutfil.

Pelantikan kepengurusan PWI Situbondo diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme, integritas, serta kualitas karya jurnalistik, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap media.

Penulis : Khairul

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow