Kehadiran JKN Beri Kepastian, KSU CU Sang Timur Banyuwangi Rasakan Manfaat bagi Pekerja dan Perusahaan

Menjamin kesehatan pekerja bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keberlangsungan perusahaan. Hal itulah yang dirasakan Koperasi Serba Usaha (KSU) CU Sang Timur Banyuwangi, yang secara konsisten mendaftarkan seluruh pekerjanya sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Jul 20, 2026 - 19:02
Jul 20, 2026 - 19:02
 0
Kehadiran JKN Beri Kepastian, KSU CU Sang Timur Banyuwangi Rasakan Manfaat bagi Pekerja dan Perusahaan
IG. Andik Kurniawan, PIC BPJS Kesehatan di KSU CU Sang Timur Banyuwangi

KABAR RAKYAT, BANYUWANGI -  Menjamin kesehatan pekerja bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keberlangsungan perusahaan. Hal itulah yang dirasakan Koperasi Serba Usaha (KSU) CU Sang Timur Banyuwangi, yang secara konsisten mendaftarkan seluruh pekerjanya sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

KSU CU Sang Timur saat ini memiliki 25 orang pekerja dengan total 57 peserta yang telah terlindungi melalui Program JKN, termasuk anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

Perwakilan KSU CU Sang Timur sekaligus PIC BPJS Kesehatan, IG. Andik Kurniawan (34), mengatakan bahwa keputusan perusahaan mendaftarkan seluruh pekerja dalam Program JKN tidak hanya didasari oleh kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan terbaik kepada sumber daya manusianya.

"Bagi kami, karyawan merupakan aset terbesar perusahaan. Ketika mereka memiliki jaminan kesehatan, mereka dapat bekerja dengan lebih tenang karena tidak lagi dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan jika sewaktu-waktu sakit. Dampaknya bukan hanya dirasakan pekerja, tetapi juga perusahaan karena produktivitas tetap terjaga dan tingkat absensi dapat ditekan," ujar Andik saat ditemui di Kantor KSU CU Sang Timur, Jumat (17/07).

Selain memberikan rasa aman bagi pekerja, Andik menilai Program JKN juga membantu perusahaan dalam mengelola risiko pembiayaan kesehatan. Menurutnya, iuran yang dibayarkan secara rutin setiap bulan memberikan kepastian anggaran dibandingkan harus menghadapi pengeluaran besar secara mendadak apabila terdapat pekerja yang membutuhkan perawatan medis dengan biaya tinggi.

"Program JKN membantu perusahaan mengelola risiko biaya kesehatan pekerja. Risiko biaya pengobatan yang nilainya sangat besar dialihkan melalui mekanisme jaminan kesehatan, sehingga perusahaan dapat lebih fokus menjalankan kegiatan usaha tanpa mengurangi perhatian terhadap kesejahteraan pekerja," jelasnya.

Sebagai PIC BPJS Kesehatan di perusahaan, Andik juga menerapkan berbagai strategi agar kepesertaan pekerja selalu aktif. Seluruh data kepesertaan telah diintegrasikan sejak proses penerimaan karyawan baru, mulai dari pengumpulan dokumen hingga pendaftaran. Perusahaan juga secara rutin melakukan pemantauan terhadap mutasi pegawai, masa kontrak kerja, hingga perubahan status kepesertaan agar data tetap akurat.

"Selain itu, kami mengintegrasikan pembayaran iuran ke dalam sistem payroll sehingga pembayaran dapat dilakukan tepat waktu. Kami juga memanfaatkan fasilitas auto-debit perusahaan serta melakukan pencocokan data dengan sistem Edabu setiap bulan. Di sisi lain, kami mengedukasi seluruh karyawan agar menggunakan aplikasi Mobile JKN sehingga mereka dapat mengecek status kepesertaan maupun mengakses berbagai layanan secara mandiri," tambah Andik.

Manfaat Program JKN juga dirasakan langsung oleh salah satu pekerja KSU CU Sang Timur, Yosea Dian Kristiana (31) yang bekerja sebagai teller, saat jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan perusahaan bahwa perlindungan kesehatan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi bagi setiap pekerja.

"Saya tidak pernah menyangka harus menjalani rawat inap karena trombosit turun. Untungnya perusahaan telah mendaftarkan kami sebagai peserta JKN, sehingga saya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa memikirkan biaya. Selama menjalani perawatan, saya hanya fokus untuk sembuh, sementara keluarga juga merasa lebih tenang karena seluruh pelayanan yang saya butuhkan ditanggung sesuai ketentuan Program JKN," ujar Yosea.

Dalam momentum HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Andik menyampaikan apresiasi atas komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Ia berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan badan usaha terus diperkuat untuk mendukung terciptanya tenaga kerja yang sehat dan produktif.

"Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-58 kepada BPJS Kesehatan. Semoga BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sistem digital, serta membangun komunikasi yang semakin baik dengan badan usaha. Kami berharap Program JKN terus menjadi harapan bagi seluruh pekerja Indonesia, sehingga setiap orang dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah, berkualitas, dan berkesinambungan," pungkas Andik.***

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

HARYADI Banyuwangi