Persalinan dengan JKN, Rani Rasakan Layanan Cepat dan Nyaman

Menjelang persalinan, rasa cemas kerap dirasakan oleh ibu hamil, terlebih ketika harus menjalani tindakan operasi sesarpeserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang merasakan pelayanan persalinan cepat, aman, dan nyaman di Rumah sakit

Jul 13, 2026 - 14:38
Jul 13, 2026 - 14:38
 0
Persalinan dengan JKN, Rani Rasakan Layanan Cepat dan Nyaman
Rani Damayani, Peserta JKN yang melahirkan di RS NU Banyuwangi

KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Menjelang persalinan, rasa cemas kerap dirasakan oleh ibu hamil, terlebih ketika harus menjalani tindakan operasi sesar. Namun, kekhawatiran tersebut berubah menjadi rasa syukur bagi Rani Damayani (26), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang merasakan pelayanan persalinan cepat, aman, dan nyaman di RS Nahdlatul Ulama (RSNU) Banyuwangi.

Rani yang merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 melahirkan anak keduanya melalui operasi sesar pada Juli 2026 sesuai indikasi medis. Sebelumnya, ia melahirkan anak pertamanya secara normal di praktik bidan pada tahun 2022. Menurutnya, keputusannya menjadi peserta JKN sejak awal tahun 2026 menjadi bekal penting ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga saat kehamilan.

"Saya memang baru aktif menjadi peserta JKN di awal tahun ini. Awalnya tidak menyangka akan menjalani operasi sesar, tetapi saya bersyukur sudah memiliki JKN sehingga bisa lebih tenang ketika harus menjalani persalinan di rumah sakit," ujar Rani saat ditemui di RSNU Banyuwangi, Selasa (07/07) pekan kemarin.

Selama masa kehamilan, Rani rutin melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) di Puskesmas Kabat. Ia memperoleh berbagai pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu dan janin, pemberian vitamin, hingga pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan. Baginya, pemeriksaan rutin tersebut sangat membantu dalam memantau perkembangan kehamilan.

"Setiap kontrol saya mendapatkan pelayanan yang baik. Pemeriksaan dilakukan secara rutin, dan semua perkembangan kehamilan dijelaskan oleh tenaga kesehatan. Saya merasa lebih tenang karena kondisi saya selalu dipantau," ungkapnya.

Rani menceritakan, menjelang waktu persalinan dirinya menjalani pemeriksaan USG. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa air ketubannya mulai menipis dan posisi bayi masih sungsang. Atas pertimbangan medis tersebut, ia segera dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSNU Banyuwangi. Setibanya di rumah sakit, ia langsung mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan dan diputuskan untuk menjalani persalinan melalui operasi sesar.

"Begitu sampai di IGD, saya langsung diperiksa dan ditangani. Dokter menjelaskan kondisi saya dan alasan mengapa harus dilakukan operasi sesar. Prosesnya cepat, sehingga saya merasa lebih tenang karena semuanya ditangani sesuai kondisi medis saya," katanya.

Selama menjalani pelayanan di rumah sakit, Rani mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia menilai seluruh proses pelayanan berjalan cepat, petugas memberikan penjelasan dengan baik, serta tidak ada perlakuan yang membedakan dirinya sebagai peserta JKN kelas 3 dengan pasien lainnya.

"Saya sempat mendengar anggapan kalau melahirkan menggunakan BPJS Kesehatan pelayanannya lama atau kurang nyaman. Setelah mengalaminya sendiri, ternyata tidak seperti itu. Saya tidak menunggu terlalu lama, petugasnya sigap, dan saya juga tidak merasa dibedakan dengan pasien lain. Walaupun saya peserta kelas 3, pelayanan dan fasilitas yang saya rasakan tetap nyaman," tutur Rani.

Atas pengalaman tersebut, Rani mengajak para ibu hamil untuk tidak ragu memanfaatkan JKN sesuai prosedur yang berlaku serta rutin memeriksakan kehamilan sejak dini. Menurutnya, kepesertaan JKN yang aktif memberikan rasa aman ketika sewaktu-waktu dibutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk apabila persalinan harus dilakukan melalui tindakan medis sesuai indikasi dokter.***

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

HARYADI Banyuwangi