Tinjau Rehabilitasi Irigasi Tersier, Gus Fawait Pastikan Opla 20 Hektare di Jenggawah Dukung Ketahanan Pangan

Jul 13, 2026 - 21:33
Jul 14, 2026 - 15:03
 0
Tinjau Rehabilitasi Irigasi Tersier, Gus Fawait Pastikan Opla 20 Hektare di Jenggawah Dukung Ketahanan Pangan
Bupati Jember, Muhammad Fawait saat meninjau pekerja proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersier, di Kecamatan Jenggawa, Senin 13/7/2026

JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau pelaksanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan Program Optimalisasi Lahan (Opla) seluas 20 hektare di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin (13/7/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur pertanian berjalan sesuai target dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Jember.

Fawait menegaskan, ketersediaan jaringan irigasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, selama ini masih banyak lahan sawah yang hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun karena keterbatasan pasokan air.

"Yang kami tinjau hari ini adalah pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk Program Optimalisasi Lahan seluas 20 hektare di Desa Wonojati. Harapannya, sawah yang sebelumnya hanya bisa panen satu kali dalam setahun nantinya dapat ditanami dua hingga tiga kali setelah saluran irigasinya diperbaiki," ujarnya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan untuk mengatasi kebocoran saluran yang selama ini menghambat distribusi air hingga ke bagian hilir lahan pertanian. Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pasokan air sehingga produktivitas lahan pertanian ikut meningkat.

Program di Desa Wonojati merupakan bagian dari target Program Optimalisasi Lahan di Kabupaten Jember. Pada 2026, luas lahan yang menjadi sasaran program tersebut mencapai 7.070 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Secara keseluruhan, tahun ini Program Optimalisasi Lahan di Kabupaten Jember mencapai 7.070 hektare. Selain itu juga ada pembangunan irigasi di hampir 100 titik, bantuan alat dan mesin pertanian, serta berbagai program pendukung lainnya dengan total anggaran sekitar Rp312 miliar pada 2025 hingga 2026," katanya.

Selain memperkuat infrastruktur pertanian, pelaksanaan program juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pelibatan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

"Kami ingin infrastrukturnya terbangun, tetapi masyarakat sekitar juga memperoleh manfaat ekonomi karena pekerjanya berasal dari warga setempat," ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Fawait turut menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari usulan perbaikan jalan desa, pemasangan lampu penerangan jalan, hingga penanganan rumah tidak layak huni. Menurutnya, seluruh usulan tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Jember. Masyarakat juga kami minta aktif menyampaikan persoalan melalui Wadul Gus'e, termasuk apabila masih ada rumah tidak layak huni maupun warga yang membutuhkan bantuan. Semua akan kami kerjakan secara bertahap," pungkasnya. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow