DBHCHT Situbondo Gembleng UMKM, Seratus Pelaku Dibekali Kompetensi Bersaing di Pasar Digital

Pemerintah Kabupaten Situbondo memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pelaku UMKM. Sebanyak 100 pelaku usaha mikro mendapat pelatihan branding, desain kemasan, digital marketing hingga manajemen keuangan sederhana.

Jul 21, 2026 - 20:55
 0
DBHCHT Situbondo Gembleng UMKM, Seratus Pelaku Dibekali Kompetensi Bersaing di Pasar Digital
Dana DBHCHT Dorong UMKM Situbondo Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding dan Pemasaran Digital

SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha mikro.

Program ini difokuskan agar UMKM tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memiliki daya saing melalui penguatan branding, pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha.

Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), sebanyak 100 pelaku UMKM mikro mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang berlangsung selama tiga bulan.

Pelatihan tersebut tidak hanya memberikan materi di dalam kelas, tetapi juga pendampingan praktik agar peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pengembangan usahanya.

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskoperindag Situbondo, Reza Pahlevi, mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam membangun identitas produk yang lebih kompetitif.

"Kegiatan peningkatan SDM UMKM meliputi desain kemasan, packaging, digital marketing, konten kreatif produk, hingga tata kelola keuangan sederhana bagi pelaku UMKM," ujar Reza, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, seluruh peserta memperoleh pendampingan langsung dari narasumber yang berkompeten sehingga proses belajar tidak berhenti pada teori semata.

Peserta dilatih membuat desain kemasan yang menarik, memproduksi foto dan video promosi, menyusun konten pemasaran digital, hingga mempraktikkan strategi live selling untuk meningkatkan penjualan produk.

Selain itu, pelaku UMKM juga dibimbing menyusun pembukuan sederhana agar mampu mengelola arus kas usaha secara lebih tertib dan profesional.

"Peserta kami dampingi sampai praktik membuat foto, video produk, live selling, hingga menyusun pencatatan keuangan sederhana secara manual," jelas Reza.

Untuk memaksimalkan hasil pelatihan, kegiatan dibagi dalam tiga sesi dengan melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui pendaftaran daring sehingga pelaku UMKM dari wilayah timur, tengah, hingga barat Situbondo memiliki kesempatan yang sama mengikuti program tersebut.

Reza menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama 12 hari efektif di salah satu sekolah di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM dan penguatan manajemen usaha.

Seluruh kegiatan tersebut dibiayai menggunakan anggaran DBHCHT Pemerintah Kabupaten Situbondo dengan nilai sekitar Rp300 juta.

"Total anggaran kegiatan sebesar Rp300 juta yang bersumber dari DBHCHT untuk peningkatan kapasitas UMKM mikro di Situbondo," katanya.

Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan DBHCHT yang tidak hanya menyasar sektor tembakau, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kualitas SDM pelaku UMKM.

Harapannya, produk lokal Situbondo mampu memiliki nilai tambah, memperluas pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis: Khairul

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow