JFC 2026 Angkat Wastra Nusantara, WACI Perkuat Misi Pelestarian Budaya Indonesia

Jul 25, 2026 - 20:46
Jul 27, 2026 - 20:05
 0
JFC 2026 Angkat Wastra Nusantara, WACI Perkuat Misi Pelestarian Budaya Indonesia
Penampilan Peserta Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, dalam season Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) Sabtu, 25/7/2026.

JEMBER – Jember Fashion Carnival (JFC) 2026 tidak hanya menjadi panggung kreativitas fesyen modern, tetapi juga memperkuat promosi budaya Nusantara. Melalui Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI), kekayaan wastra dari berbagai daerah diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan sebagai bagian dari upaya melestarikan identitas budaya Indonesia.

WACI yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Karnaval Indonesia tampil pada hari kedua rangkaian JFC 2026 di Kabupaten Jember, Sabtu (25/7/2026). Berbagai busana tradisional, mulai dari ulos, tenun, hingga aksesori khas daerah, ditampilkan dalam parade yang memadukan unsur budaya dan kreativitas.

Direktur Program dan Pengembangan JFC, David K. Susilo, mengatakan kehadiran WACI di JFC bertujuan memperkenalkan kekayaan busana tradisional Indonesia sekaligus memperkuat promosi budaya di tingkat nasional maupun internasional.

"Kita menekankan kebudayaan asli daerah, khususnya pada fashion daerah. Mulai dari ulos, tenun, hingga aksesori yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara," kata David.

Menurutnya, wastra Nusantara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas bangsa sehingga perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

"Dari Aceh sampai Papua, semuanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun promosi budaya Indonesia," ujarnya.

David menjelaskan, antusiasme daerah untuk mengikuti WACI tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kontingen dari berbagai provinsi, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat turut ambil bagian dengan menampilkan karakter budaya khas masing-masing.

Ia menegaskan, keikutsertaan setiap kontingen bukan sekadar menampilkan busana tradisional, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Yang sekarang ini mau tidak mau harus kita lestarikan, harus kita wariskan kepada anak-anak muda kita," tuturnya.

Ke depan, JFC bersama WACI berkomitmen memperkuat perannya sebagai panggung pelestarian budaya Nusantara. Pada penyelenggaraan tahun depan, konsep pertunjukan direncanakan lebih banyak menghadirkan pakaian adat dan wastra tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

"Sehingga masyarakat semakin mengenal fashion WACI yang mengutamakan wastra atau pakaian adat yang ada di Nusantara. Kira-kira seperti itu konsep tahun depan," tegas David. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow