Ribuan Warga Pasuruan Lawan Narkoba Lewat Budaya Lokal
Festival Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026 di Kota Pasuruan sukses menarik ribuan warga. Selain melestarikan budaya lokal, festival ini menjadi kampanye bersama BNN untuk membangun generasi muda berkarakter dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
PASURUAN – Ribuan warga memadati Lapangan Bong Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Minggu (26/7/2026) malam.
Mereka larut dalam kemeriahan Festival "Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026", sebuah ajang yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Festival yang digagas Aliansi Pemuda Poros Tengah itu mengusung tema "Nglestareake Warisan Leluhur Mbangun Generasi Mudho Sing Berbudayo, Bermartabat, Berkarakter lan Bebas Narkoba." Tema tersebut menegaskan komitmen para pemuda untuk menjaga warisan budaya sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter dan bebas dari pengaruh narkotika.
Sejak sore hingga malam hari, masyarakat antusias menyaksikan beragam pertunjukan seni tradisional yang menjadi daya tarik utama festival. Suasana semakin semarak saat para seniman menampilkan berbagai atraksi budaya khas yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Penampilan Kesenian Bantengan dari Padepokan Lembu Baskoro menjadi salah satu sajian yang paling menyita perhatian. Selain itu, demonstrasi Pencak Silat dari Perguruan Pagar Nusa juga memukau ribuan pengunjung yang memadati area pertunjukan.
Tak hanya menghadirkan hiburan, festival ini juga menjadi ruang edukasi. Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan budaya sebagai benteng dalam menghadapi pengaruh negatif narkotika.
Kehadiran BNN memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjadi media efektif dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.TP., M.Si., yang akrab disapa Mas Adi, hadir bersama Wakil Wali Kota, jajaran Asisten Setda, Lurah Pohjentrek, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan budaya yang diinisiasi para pemuda tersebut.
Dalam sambutannya, Mas Adi mengapresiasi kreativitas Aliansi Pemuda Poros Tengah yang mampu mengemas pelestarian budaya menjadi kegiatan edukatif sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Terlibatnya sektor UMKM dalam kegiatan ini tentu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Kegiatan uri-uri budaya ini mari kita jaga betul sebagai warisan berharga dari para leluhur. Kota Pasuruan harus menjadi kota yang religius dan budayanya tetap terjaga. Sebab dengan agama hidup jadi terang, dengan ilmu hidup jadi mudah, dan dengan seni hidup jadi indah," ujar Mas Adi.
Sementara itu, Ketua Panitia, Edi Ambon, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pasuruan, Forkopimda, BNN, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya festival hingga berlangsung aman, tertib, dan sukses.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang telah hadir. Berkat kerja sama semua pihak, Festival Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan meriah. Semoga kegiatan ini terus menjadi agenda budaya yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif narkoba," ungkap Edi Ambon.
Melalui Festival Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026, Aliansi Pemuda Poros Tengah berharap kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di kalangan generasi muda.
Selain menjadi ruang hiburan dan pelestarian tradisi, festival ini diharapkan menjadi gerakan kolektif dalam membentuk generasi yang berbudaya, bermartabat, berkarakter, serta berkomitmen mewujudkan Kota Pasuruan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Penulis : Eka
What's Your Reaction?