Pemkab Jember Gandeng IKA UNAIR, Perkuat Kolaborasi Hadirkan Solusi Atasi Kemiskinan
JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Jember untuk menghadirkan solusi berbasis riset dalam mengatasi persoalan kemiskinan.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus IKA UNAIR Cabang Jember masa bakti 2025–2030 sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemkab Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/7/2026).
Pelantikan dipimpin perwakilan IKA UNAIR Jawa Timur, Taufik Islami. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Penjabat Sekretaris Daerah Achmad Imam Faizi, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus IKA UNAIR Jawa Timur, serta para alumni.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Bupati Muhammad Fawait dipercaya sebagai penasihat IKA UNAIR Cabang Jember.
Ketua IKA UNAIR Cabang Jember, dr. Nyoman Semita, mengatakan organisasi alumni harus menjadi wadah pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang perlu dihimpun menjadi kekuatan kolektif untuk mendukung pembangunan daerah.
"Kita belum maksimal memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya berharap pengurus baru menjadi super tim, bukan bergantung pada satu atau dua orang. Semua harus kompak dan menjadikan pembangunan Jember sebagai semangat pengabdian," ujarnya.
Nyoman juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara IKA UNAIR dan Pemkab Jember sejak 2016. Ia berharap kerja sama tersebut terus diperkuat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.
Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait mengaku bangga sebagai alumni Universitas Airlangga. Lulusan S-1 dan S-3 UNAIR itu berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kontribusi alumni dalam mendukung kemajuan Kabupaten Jember.
"Ini kesempatan kedua alumni Universitas Airlangga memimpin Kabupaten Jember. Mudah-mudahan mampu menunjukkan kualitas alumni UNAIR untuk membawa Jember lebih sejahtera," katanya.
Gus Fawait menegaskan Pemkab Jember terus menerapkan sistem birokrasi berbasis kinerja. Seluruh pejabat dinilai secara objektif berdasarkan kemampuan dan hasil kerja tanpa dipengaruhi kepentingan politik.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak IKA UNAIR mengambil peran strategis dalam membantu pemerintah menuntaskan persoalan kemiskinan yang menjadi akar berbagai persoalan di Jember, mulai dari stunting, tingginya angka kematian ibu dan bayi, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Menurutnya, tantangan pembangunan daerah memerlukan pendekatan yang berbasis data, penelitian, dan kajian akademik sehingga kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Saya mohon dibantu membangun Jember. Kami membutuhkan solusi nyata yang berbasis data dan kajian ilmiah, bukan sekadar teori," tegasnya.
What's Your Reaction?