PCNU Sesalkan Tarian Erotis di Bondowoso Digital Days 2026, Acara Diminta Evaluasi Penuh

PCNU Bondowoso menyayangkan dugaan penampilan tarian erotis dalam Bondowoso Digital Days 2026. Meski mendukung program digitalisasi dan pengembangan UMKM, PCNU meminta pemerintah mengevaluasi konsep hiburan agar sesuai dengan norma masyarakat Bondowoso.

Jul 27, 2026 - 12:28
Jul 27, 2026 - 12:30
 0
PCNU Sesalkan Tarian Erotis di Bondowoso Digital Days 2026, Acara Diminta Evaluasi Penuh
Ketua PCNU Bondowoso menyampaikan keberatan atas dugaan tarian erotis di Bondowoso Digital Days 2026 dan meminta evaluasi standar kepatutan acara pemerintah.

BONDOWOSO – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Ustaz H. Muhammad Syaeful Bahar, menyampaikan keprihatinan dan penyesalannya atas penampilan yang dinilai mengandung unsur erotisme dalam rangkaian Bondowoso Digital Days 2026.

Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak mencerminkan hiburan yang pantas ditampilkan di ruang publik dan tidak sejalan dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat Bondowoso.

"PCNU sudah menyampaikan aspirasi kepada Bupati secara langsung terkait keberatan PCNU atas kegiatan pengiring tersebut," ujar Ustaz Bahar dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

Dia berharap penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar ke depan tetap mengedepankan standar kepatutan yang sesuai dengan karakter masyarakat Bondowoso yang religius serta menjunjung nilai-nilai budaya ketimuran.

Meski demikian, Ustaz Bahar menegaskan PCNU tetap mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang bersifat positif dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, Bondowoso Digital Days merupakan kegiatan yang memiliki tujuan baik karena mendorong digitalisasi serta membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Bondowoso Digital Days sebenarnya merupakan kegiatan yang sangat baik, penuh terobosan dan memberikan harapan bagi pengembangan UMKM di Bondowoso," katanya.

Video Viral Jadi Sorotan Publik

Sebelumnya, sebuah video berdurasi sekitar 18 detik yang memperlihatkan penampilan musik DJ dalam rangkaian Bondowoso Digital Days 2026 di Alun-Alun Bondowoso menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Video yang direkam saat acara berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) malam itu memperlihatkan seorang DJ tampil di atas panggung, disertai aksi menari antara seorang perempuan dan seorang pria. Tayangan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian warganet menilai gerakan tari yang ditampilkan mengandung unsur sensual, sementara yang lain mempertanyakan kelayakan konsep hiburan tersebut karena berlangsung di ruang publik yang dapat disaksikan semua kalangan, termasuk anak-anak.

Video itu kemudian menyebar luas melalui Facebook, TikTok, dan berbagai grup WhatsApp sehingga memicu diskusi di ruang publik.

Beragam komentar bermunculan di media sosial. Sebagian pengguna menyayangkan penampilan tersebut karena dinilai kurang sesuai dengan norma kesopanan dan karakter masyarakat Bondowoso. Ada pula yang mempertanyakan proses kurasi hiburan dalam kegiatan resmi pemerintah serta meminta adanya evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Bupati Bondowoso Minta Maaf dan Janjikan Evaluasi

Menanggapi polemik tersebut, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid sebelumnya menyatakan telah memberikan teguran kepada penanggung jawab kegiatan dan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kepatutan dalam penyelenggaraan acara pemerintah.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang muncul.

Bupati juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan pemerintah ke depan lebih sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow