DPKP Bondowoso Luncurkan Mobil Klinik Pertanian, Jemput Bola Layani Petani hingga Pelosok Desa

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso meluncurkan inovasi Mobil Klinik Pertanian untuk mendekatkan layanan kepada petani hingga pelosok desa. Program jemput bola ini menghadirkan konsultasi, pendampingan, hingga solusi teknis langsung di lapangan guna meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Jul 28, 2026 - 10:36
 0
DPKP Bondowoso Luncurkan Mobil Klinik Pertanian, Jemput Bola Layani Petani hingga Pelosok Desa
Mobil Klinik Pertanian milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso memberikan layanan jemput bola kepada petani di kawasan persawahan. Melalui program ini, petani dapat memperoleh konsultasi, pendampingan teknis, serta solusi berbagai permasalahan pertanian langsung di lapangan tanpa harus datang ke kantor dinas.

BONDOWOSO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso menghadirkan inovasi layanan Mobil Klinik Pertanian sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada petani hingga ke pelosok desa.

Program jemput bola ini diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan pertanian secara langsung di lapangan.

Kehadiran Mobil Klinik Pertanian menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

Kepala DPKP Bondowoso, Mulyadi, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam memperoleh konsultasi, pendampingan, hingga rekomendasi teknis tanpa harus datang ke kantor dinas.

"Mobil Klinik Pertanian hadir dengan konsep jemput bola, sehingga petani tidak perlu meninggalkan lahannya untuk mendapatkan informasi, konsultasi, maupun rekomendasi teknis terkait usaha pertanian yang dijalankan," ujar Mulyadi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, layanan ini didukung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang menjadi ujung tombak pendampingan di setiap wilayah binaan, bersama Tim Teknis DPKP yang memiliki kompetensi di berbagai bidang pertanian.

Kolaborasi tersebut memungkinkan petani memperoleh solusi secara cepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Mulai dari teknik budidaya tanaman, pemupukan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), analisis kesuburan tanah, penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga konsultasi mengenai pengembangan usaha tani.

Mulyadi menilai kehadiran Mobil Klinik Pertanian akan membuat pelayanan kepada petani menjadi lebih efektif karena berbagai kendala dapat diidentifikasi dan ditangani langsung di lokasi usaha tani.

Dengan pola pelayanan yang mendatangi petani, proses pendampingan juga diharapkan menjadi lebih intensif sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Ia menegaskan program ini mengusung semangat "Melayani, Mendampingi, dan Memberikan Solusi" sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tani.

Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam meningkatkan kualitas produksi pertanian di Kabupaten Bondowoso.

Selain memperbaiki kualitas pelayanan publik, Mobil Klinik Pertanian juga diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat, efisiensi usaha tani semakin baik, dan kesejahteraan petani terus mengalami peningkatan.

DPKP Bondowoso optimistis inovasi layanan ini akan mempermudah akses petani terhadap informasi, teknologi, dan solusi pertanian yang selama ini menjadi kebutuhan utama di lapangan.

Dengan demikian, Mobil Klinik Pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sektor pertanian sekaligus mendukung terwujudnya visi Bondowoso Berkah melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow