Mulai dari Persalinan hingga Perawatan Bayi, Nisma Bersyukur Seluruh Biaya Ditanggung JKN

Proses persalinan kerap menjadi momen yang penuh ketegangan, terlebih ketika Hari Perkiraan Lahir (HPL) telah terlewati. Kondisi tersebut dialami oleh Nisma (29), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang harus menjalani proses persalinan di rumah sakit setelah mengalami keterlambatan pembukaan.

May 17, 2026 - 21:41
May 17, 2026 - 21:41
 0
Mulai dari Persalinan hingga Perawatan Bayi, Nisma Bersyukur Seluruh Biaya Ditanggung JKN
Nisma Almadina (29) saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi untuk pendaftaran bayi baru lahir

KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Proses persalinan kerap menjadi momen yang penuh ketegangan, terlebih ketika Hari Perkiraan Lahir (HPL) telah terlewati. Kondisi tersebut dialami oleh Nisma (29), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang harus menjalani proses persalinan di rumah sakit setelah mengalami keterlambatan pembukaan.

Di tengah rasa cemas dan khawatir terhadap kondisi dirinya dan bayi yang akan dilahirkan, Nisma merasa lebih tenang karena seluruh proses persalinan dijamin oleh Program JKN. Baginya, kehadiran JKN tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapijuga memberikan rasa aman saat menghadapi kondisi persalinan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

“Saya awalnya direncanakan melahirkan normal di FKTP, tetapi karena sudah melewati HPL akhirnya saya dirujuk ke RSUD Blambangan. Saya sempat berpikir kalau sudah di rumah sakit pasti harus operasi caesar, ternyata masih bisa melahirkan normal dan Alhamdullilah persalinan berjalan lancar,” ujar Nisma saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi pada Jumat (08/05/2026) kemarin.

Meski proses persalinan berlangsung cukup panjang, Nisma bersyukur kondisi dirinya pasca melahirkan dalam keadaan baik. Ia juga mengungkapkan bahwa bayinya sempat mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit akibat kondisi tertentu setelah proses persalinan berlangsung cukup lama.

“Saya merasa lega, bukan hanya soal biaya yang ditanggung sepenuhnya, tetapi pelayanan yang diberikan juga sangat baik. Mulai dari proses persalinan hingga perawatan bayi, semuanya ditangani dengan cepat dan ramah oleh petugas fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Tidak hanya pelayanan kesehatan, kemudahan administrasi juga dirasakan Nisma saat mengurus kepesertaan JKN bagi bayinya yang baru lahir. Ia menilai prosesnya sangat cepat dan sederhana sehingga tidak menambah beban di tengah masa pemulihan pasca persalinan.

“Pengurusannya di kantor juga cepat sekali, cukup bawa KTP ibu dan bisa langsung aktif.Saya kira prosesnya bakal ribet karena mengurus BPJS bayi baru lahir, ternyata sangat mudah dan tidak banyak berkas yang diminta,” kata Nisma.

Selain itu, Nisma juga mengakui kemudahan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur antrean online yang menurutnya lebih praktis dibanding antrean manual. Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh anggota keluarganya yang rutin menggunakanlayanan kesehatan melalui Program JKN.

“Kalau pakai antrean online lebih enak, tidak perlu datang terlalu pagi dan lebih tertib. Risiko penularan penyakit juga lebih kecil karena pasien tidak perlu terlalu lama menunggu dan berdesakan di fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Bagi Nisma, Program JKN merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Ia berharap pelayanan yang sudah baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.***

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

HARYADI Banyuwangi