KKN Kolaboratif 2026 Libatkan 3.000 Mahasiswa, Pemkab Jember Titip Empat Misi Strategis

Jul 2, 2026 - 13:52
Jul 2, 2026 - 15:58
 0
KKN Kolaboratif 2026 Libatkan 3.000 Mahasiswa, Pemkab Jember Titip Empat Misi Strategis
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Nurul Hafid Yasin, saat ditemui Kabar Rakyat, Kamis (2/7/26).

JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mematangkan persiapan KKN Kolaboratif 2026 dengan melibatkan sekitar 3.000 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi.   Program yang memasuki tahun kelima ini akan mengusung empat misi strategis untuk membantu menyelesaikan persoalan di desa. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan persiapan telah dilakukan melalui koordinasi bersama perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan (DPL), OPD, serta para pemangku kepentingan.

"Kami sudah beberapa kali menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder. Dari situ lahir empat tema mandatori yang akan dijalankan mahasiswa selama KKN Kolaboratif tahun 2026," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Empat tema tersebut meliputi verifikasi data Desil 1, sosialisasi JKN-BPJS Kesehatan, edukasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi, serta verifikasi data Anak Tidak Sekolah (ATS).

Khusus ATS, Dinas Pendidikan mencatat jumlahnya masih mendekati 36 ribu anak. Namun, sebagian data dinilai perlu diverifikasi kembali karena hasil penelusuran di lapangan menunjukkan banyak anak yang sudah berpindah domisili atau melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Untuk itu, mahasiswa akan membantu proses verifikasi melalui aplikasi yang telah disiapkan.

"Data ATS kami hampir 36 ribu anak. Namun, di lapangan banyak yang tidak ditemukan sehingga perlu diverifikasi ulang agar pemerintah memiliki data yang benar sebagai dasar pengambilan kebijakan," kata Hafid.

Hafid memastikan seluruh peserta telah memperoleh pembekalan teknis dari masing-masing instansi, mulai dari Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, pengelola bank sampah, hingga Dinas Pendidikan. Pembekalan tersebut diikuti sekitar 3.000 mahasiswa dan 140 DPL.

Selanjutnya, pada 6 Juli 2026, Pemkab Jember akan mempertemukan DPL, camat, kepala desa, lurah, dan stakeholder terkait guna menyamakan persepsi sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN.

Selain menjalankan program mandatori, setiap kelompok juga akan mengembangkan program tematik sesuai potensi desa, seperti kawasan pesisir, pegunungan, maupun perkebunan. Hasil inovasi terbaik nantinya akan dipresentasikan dalam expo pada akhir pelaksanaan KKN.

"Kami berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmunya, mengangkat potensi desa, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah desa dan masyarakat juga kami harapkan mendukung agar pelaksanaan KKN Kolaboratif berjalan optimal," pungkasnya. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow