Dinas Pendidikan Bondowoso Tegaskan Polemik OSN Bersifat Nasional, Bukan Kesalahan Daerah
Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menegaskan polemik hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) bukan disebabkan kelalaian daerah. Seluruh administrasi peserta dipastikan telah diunggah sesuai prosedur, sementara penundaan OSN terjadi secara nasional akibat evaluasi sistem. Kadisdik juga memastikan tidak ada peserta asal Bondowoso yang didiskualifikasi.
BONDOWOSO – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait polemik hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang sempat memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Dinas memastikan persoalan tersebut bukan disebabkan kelalaian di daerah, melainkan merupakan kendala yang terjadi secara nasional.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, usai mengikuti hearing bersama wali murid dan Komisi IV DPRD Bondowoso di ruang rapat gabungan DPRD, Kamis (2/7/2026).
Taufan menegaskan seluruh jauh sebelumnya persyaratan administrasi peserta OSN dari Kabupaten Bondowoso telah dipenuhi dan diunggah ke aplikasi resmi yang disediakan panitia penyelenggara OSN tingkat nasional. Karena itu, pihaknya membantah anggapan bahwa Dinas Pendidikan lalai dalam proses administrasi.
"Semua persyaratan administrasi sudah kami upload sesuai ketentuan. Tidak ada yang terlewat," tegasnya.
Menurutnya, persoalan muncul ketika data nilai peserta Bondowoso tidak tercantum pada laman pengumuman hasil seleksi. Namun kondisi serupa juga dialami sejumlah daerah lain sehingga pemerintah pusat memutuskan menunda seluruh tahapan OSN tingkat provinsi secara nasional.
Ia menjelaskan, apabila persoalan hanya terjadi di Bondowoso, tidak mungkin pemerintah pusat mengambil kebijakan menunda pelaksanaan OSN secara nasional. Kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa evaluasi dilakukan terhadap sistem secara menyeluruh.
"Kalau hanya Bondowoso yang mengalami, tentu tidak mungkin pengumuman dan pelaksanaan OSN tingkat provinsi ditunda secara nasional," ujarnya.
Taufan juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai narasi yang berkembang di media sosial maupun sejumlah pemberitaan yang dinilai menyudutkan Dinas Pendidikan.
Ia menilai informasi yang menyebut pemerintah daerah telah merampas masa depan peserta didik merupakan tudingan yang tidak berdasar.
Menurutnya, polemik yang berkembang justru memperkeruh suasana dan menimbulkan kekhawatiran di tengah orang tua maupun para siswa yang telah berjuang mengikuti seleksi.
Ia menegaskan tidak ada satu pun peserta asal Bondowoso yang didiskualifikasi. Hingga saat ini, tidak pernah ada pemberitahuan resmi dari penyelenggara OSN yang menyatakan adanya diskualifikasi terhadap peserta dari Kabupaten Bondowoso.
"Tidak ada diskualifikasi. Saya tegaskan tidak ada kalimat diskualifikasi terhadap peserta Bondowoso," katanya.
Begitu mengetahui nama peserta Bondowoso tidak muncul pada laman resmi, Dinas Pendidikan langsung berkoordinasi dengan Pusat Prestasi Nasional. Bahkan, pada 27 Juni 2026, pihaknya segera mengirimkan surat resmi sebagai bentuk klarifikasi sekaligus memastikan seluruh dokumen administrasi telah diunggah ke sistem.
Dalam surat tersebut, Dinas Pendidikan juga melampirkan bukti bahwa seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sesuai prosedur. Selain itu, pelaksanaan seleksi OSN tingkat kabupaten, baik jenjang SD maupun SMP, berlangsung lancar tanpa kendala.
Taufan menduga persoalan yang terjadi kemungkinan berasal dari gangguan pada sistem aplikasi.
Menurutnya, seluruh data telah berhasil diunggah, namun diduga tidak terbaca atau tidak tersimpan secara sempurna akibat kendala teknis pada aplikasi.
"Kalau kami sudah mengunggah seluruh berkas, kemudian sistem mengalami gangguan atau lag sehingga data tidak muncul, tentu itu menjadi bagian yang harus dievaluasi bersama," jelasnya.
Ia menegaskan Dinas Pendidikan telah melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh dokumen bersama tim teknis. Hasilnya, seluruh data administrasi peserta tetap tercatat telah diunggah sesuai ketentuan.
Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru dari penyelenggara OSN, pemerintah pusat telah menetapkan jadwal baru pelaksanaan seleksi tingkat provinsi. Pengumuman peserta dijadwalkan kembali pada 10 Juli 2026, dilanjutkan uji coba sistem pada 14-15 Juli, sedangkan pelaksanaan OSN tingkat provinsi berlangsung pada 23 hingga 25 Juli 2026.
Dinas Pendidikan Bondowoso berharap masyarakat tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada proses evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat. Pihaknya juga memastikan akan terus mengawal seluruh peserta didik asal Bondowoso agar memperoleh hak yang sama dalam mengikuti Olimpiade Sains Nasional tanpa ada pihak yang dirugikan.
What's Your Reaction?