Bupati Jember Pastikan Program Bunga Desaku Kembali Digelar, Vakum karena Faktor Cuaca

Jun 28, 2026 - 18:30
Jun 29, 2026 - 16:31
 0
Bupati Jember Pastikan Program Bunga Desaku Kembali Digelar, Vakum karena Faktor Cuaca
Bupati Jember Muhammad Fawait saat memberikan arahan dalam acara Bunga Desaku di Kantor Kecamatan Sukorambi, Minggu 28/6/2026

JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali digelar setelah sempat terhenti hampir dua bulan. Ia menegaskan, penghentian sementara program tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan faktor cuaca.

Program Bunga Desaku kembali dilaksanakan di sejumlah titik di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6/2026). Kegiatan diawali dengan apel siswa di SMP Negeri 1 Sukorambi, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama guru ngaji dan anak yatim, kunjungan ke Puskesmas Sukorambi, dialog dengan pelaku UMKM, pertemuan bersama kader posyandu serta ketua RT/RW, hingga serap aspirasi bersama tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Fawait mengatakan Program Bunga Desaku merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi warga, sekaligus menyosialisasikan berbagai program pembangunan.

Beberapa program yang disampaikan kepada masyarakat antara lain Beasiswa Cinta Bergema, Program Peta Cinta untuk pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan, Universal Health Coverage (UHC) atau layanan berobat gratis, Melijo Cinta, insentif guru ngaji, serta sejumlah program pemerintah daerah lainnya.

"Ini adalah komitmen saya sebagai kepala daerah untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat, sekaligus menjadi sarana menyosialisasikan program pemerintah. Percuma programnya banyak, tetapi masyarakat tidak mengetahuinya. Akibatnya, mereka yang seharusnya menerima manfaat justru tidak bisa menikmati karena tidak memahami informasi tersebut," kata Fawait.

Menanggapi vakumnya Program Bunga Desaku selama hampir dua bulan, Fawait membantah anggapan bahwa kegiatan tersebut dihentikan akibat persoalan anggaran.

Menurut dia, penundaan pelaksanaan dilakukan semata-mata karena kondisi cuaca yang kurang mendukung dan demi menjamin keselamatan peserta.

"Anggarannya masih ada. Waktu itu musim hujan dan kami pernah menggelar kegiatan hingga tenda roboh. Karena itu, kami menunggu cuaca membaik agar kegiatan dapat berjalan maksimal dan masyarakat yang hadir juga lebih nyaman," ujarnya.

Fawait juga membantah anggapan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember mengalami kesulitan keuangan.

"Jangan beranggapan Jember kekurangan anggaran. Kondisi keuangan daerah masih tersedia, bahkan kami juga mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah pusat," katanya. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow