Pemkab Pasuruan Bedah 48 Rumah, Genjot Penataan Kawasan Kumuh Kalirejo Secara Menyeluruh
Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggenjot penanganan kawasan kumuh di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, melalui program terpadu. Sebanyak 48 rumah tidak layak huni dibedah, 79 jamban sehat dibangun, serta drainase dan pengelolaan sampah diperkuat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mengubah wajah kawasan kumuh di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton.
Berbeda dengan pola penanganan sebelumnya yang dilakukan secara bertahap, kali ini pemerintah memilih mengeroyok seluruh persoalan permukiman dalam satu kawasan sekaligus.
Desa pesisir tersebut ditetapkan sebagai lokasi prioritas penanganan kawasan kumuh terpadu pada tahun anggaran 2026.
Intervensi yang disiapkan tidak hanya menyasar rumah warga yang tidak layak huni, tetapi juga sanitasi, pengelolaan sampah, drainase, hingga akses jalan lingkungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pasuruan, Susanti Edi Peni, menegaskan pendekatan parsial dinilai sudah tidak lagi efektif untuk mengentaskan kawasan kumuh.
Menurutnya, pembangunan yang hanya menyentuh satu sektor tidak akan memberikan perubahan signifikan terhadap kualitas lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
«"Sekarang penanganan kawasan kumuh tidak bisa lagi parsial. Dulu mungkin masih bisa hanya menyentuh RTLH, jalan lingkungan, atau sanitasi secara bertahap. Sekarang harus menyeluruh dalam satu kawasan sekaligus," tegas Susanti.»
Ia menjelaskan, program yang paling cepat bergerak saat ini adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari total target 48 unit rumah, sebagian besar telah memasuki tahap pembangunan, bahkan beberapa unit sudah selesai sepenuhnya.
Selain itu, Disperkim juga menargetkan pembangunan 79 unit jamban sehat keluarga sebagai upaya mengurangi praktik buang air besar sembarangan sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Penataan kawasan turut diperkuat melalui optimalisasi satu unit TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) dan pembangunan jaringan drainase lingkungan untuk mengurangi risiko genangan saat musim hujan.
"Yang sedang berjalan cepat saat ini adalah perbaikan RTLH. Untuk paket pengerjaan jamban, TPS3R, dan drainase akan segera menyusul," tambahnya.
Disperkim berharap penataan kawasan secara terpadu mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama pada aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan bermukim. Pemerintah juga mengingatkan agar seluruh fasilitas yang telah dibangun nantinya dirawat bersama oleh masyarakat.
Program tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Munif, salah seorang penerima bantuan bedah rumah, mengaku rumahnya kini lebih aman setelah fondasi ditinggikan sehingga tidak lagi mudah terdampak banjir saat musim penghujan.
"Matur nuwun Pak Bupati, rumah saya diperbaiki dan fondasinya ditinggikan. Setiap tahun kalau musim penghujan tiba, rumah kami selalu kebanjiran. Sekarang alhamdulillah sudah kokoh dan aman," ujar Munif.
Penulis : Eka
What's Your Reaction?