PMI Jember Siaga Hadapi Kemarau, Distribusi Air Bersih ke Pakusari Dilakukan Tiap Dua Hari
KABAR RAKYAT, JEMBER – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mulai mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, pada Kamis (2/7/2026), sebagai respons atas krisis air bersih yang mulai dialami masyarakat.
Distribusi dilakukan sehari setelah apel kesiapsiagaan bencana kekeringan di Markas PMI Kabupaten Jember. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI menetapkan Kecamatan Pakusari sebagai wilayah prioritas penanganan pada tahap awal.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, mengatakan penyaluran air bersih akan dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali selama masyarakat masih membutuhkan bantuan.
"Begitu menerima laporan hasil asesmen bahwa warga Dusun Bunder mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau, kami langsung mengerahkan armada truk tangki. Distribusi akan dilakukan setiap dua hari sekali selama kebutuhan masyarakat masih ada," ujarnya.
Berdasarkan hasil asesmen PMI, sejumlah sumur warga dengan kedalaman sekitar 16 meter mulai mengering. Air yang masih tersisa juga berubah keruh dan berbau sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa mengambil air dari kawasan tambang bata maupun sumber air lain yang berjarak cukup jauh dari permukiman.
"Kedalaman sumur sekitar 16 meter, tetapi airnya sudah keruh sejak memasuki musim kemarau. Warga akhirnya mencari air dari lokasi lain karena sumber air di sekitar permukiman sudah tidak layak digunakan," kata Ghufron.
PMI Kabupaten Jember memastikan personel, armada, dan logistik telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi pasokan air masyarakat kembali normal.
"Kami berkomitmen membantu masyarakat terdampak hingga musim kemarau berakhir. Selama masih dibutuhkan warga, distribusi air bersih akan terus kami lakukan," tegasnya.
Di lokasi penyaluran, bantuan air bersih disambut antusias warga. Puluhan jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung air tampak mengantre di sekitar truk tangki untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Salah seorang warga Dusun Bunder, Nurul Hayati, mengaku telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama hampir dua pekan. Selain beberapa sumur mengering, air dari sumur yang masih tersisa juga berbau sehingga tidak layak dikonsumsi.
"Sudah hampir dua minggu kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa sumur kering, sedangkan yang masih ada airnya mengeluarkan bau, sehingga kami khawatir menggunakannya," ujarnya. (zan)
What's Your Reaction?